Visit Blog

Explore Tumblr blogs with no restrictions, modern design and the best experience.

Fun Fact

There's almost an equal split between the sexes on Tumblr - 51% male, 49% female.

Trending Blogs
#Lelah

Sudahlah

Sudahlah.

Berhenti memperjuangkan sesuatu yang tidak menghargaimu.

Sekeras apapun kamu berusaha.

Sesakit apapun kamu berkorban.

Dia tidak akan peduli juga.

Karena dia tidak mau diperjuangkan.

Bukan, lebih tepatnya dia mau untuk diperjuangkan.

Tapi bukan olehmu.

1 notes · See All

Jika memang hidup ini bergelombang. Ada kalanya melengkungkan senyuman, dan saat kita merasa tertekan dalam kesedihan. Lalu, mengapa gelombang itu tak pernah mengenaiku? Mengapa hanya garis lurus ketakutkan yang selalu menghampiri? Mengapa perasaan yang tidak diharapkan yang setia menemani? Mengapa?

Apa Pembuat sekenario kehidupan tak mampu melibatkan diriku dengan orang-orang yang dengan bebas melayangkan senyuman?

Atau, takdirkah? Lalu kenapa kata bahagia seperti tak tercatat dalam bait-bait lembaran perjalanan hidupku?

Cobaankah? Apa selama ini tungtutan yang aku terima belum cukup untuk dikatakan aku mampu menghadapi penderitaan?

Jadi kapan aku akan mendapatkan hadiah? Aku sudah sangat lelah, aku butuh sedikit istirahat.

Namun, jika tak mampu memberikan sejenak untukku rehat. Apa pintaku untuk merehatkan kehidupanku untuk selamanya itu juga memberatkan? Ya, istirahatkan aku saja untuk selama-lamanya. Dengan begini mungkin tak perlu repot lagi mengurus hidupku yang tak terurus.

Save me. Siapa saja, dengan merendah bantulah aku menemukan cara hidup.

4 notes · See All
faenovaPhoto

FebruarOC - E is for Elis

(+Lelah, +Emma)

so if anyone remembers my old lesbian selkie story, >>Shells In Her Hair, i don’t think about them much these days but i always imagined that they would adopt some selkie babies who were abandoned/orphaned or whose mothers were forcibly taken to shore (and they would rescue selkies who were taken like lelah was, reuniting families if they could)

faenova
13 notes · See All

Istirahatlah. Kelak esok kau dapat melanjutkan setengah jalan yang tengah kau tapaki. Bila lelah kembali datang, duduk saja dulu. Tak perlu memaksa berjalan. Sebab aku tahu, kamu pasti mampu menempuh seluruh jalan di hadapanmu. Sebab kamu pun tahu, sisa jalan itu akan bisa kamu tempuh meski harus bertaruh.

Jakarta, 4 Februari 2020

00:36

90 notes · See All
image

Teruntuk diriku sendiri yang sedang merasa overwhelmed atas semua rasa dan pikiran yang meracau di otak datang bersamaan dengan berbagai kerjaan baru dan juga revisi-revisi pekerjaan lama yang datang bertubi-tubi.

Iya satu-satu aja dulu, pelan-pelan aja, gak apa-apa… pasti bisa selesai semua.. satu persatu tapi…

1 notes · See All

Aku capek gini terus. Berburuk sangka terus. Capek kepikiran terus.

Kamu kayak ga mikirin gimana perasaanku. Tapi aku takut cerai. Ga mau bebanin pikiran ibu.

Aku kesel, Mi. Kamu sukanya janji ini itu tapi ada aja celah buat ga nepatin. Masak aku kudu ngecek hapemu tiap kali kamu balik.

Aku berusaha jaga privasimu tapi kamu malah nyembunyiin banyak hal. Aku kamu minta buat berhemat, kamunya malah kasih duit, nraktir, makan mahal sama orang lain.

Kamu beneran sesayang itu ga sih sama aku? Semua omonganmu tu terasa kayak sugar coating doank akhir2 ini. Can we continue this relationship? Can our relationship be healthy?

1 notes · See All

Mulai lagi lelah yg membuat aku serasa gilak. Fisik, pikiran yg gak terkontrol, khayalan yg harapannya jadi nyata tapi gak akan pernah jadi nyata, aku capek serius capek. Setelah sekian lumayan lama aku gak ngerasa sakit ini lagi, utk malam ini, tanpa permisi penyakit ini datang. Setiap sebelum tidur aku berharap besok paginya gak pernah bangun lagi untuk hidup, nyatanya pas tengah malam terbangun dan terpikir bakal jumpa malaikat pencabut nyawa, akhirnya aku juga tetap berdoa agar aku mati dalam keadaan khusnul khatimah (biar malaikatnya gak serem dan bisa masuk syurga). Besok pagi terbagun, hidup, bernafas, melakukan hal yg harus dilakukan dan berbuat dosa. Aku gak akan pernah bisa belajar dari kesalahan. Yang aku bisa hanya ngeluh sampek aku mampos. YaAllah maafkan hamba, hamba lelah hidup : (

Doakan yg terbaik

-sang pengetik-

4 notes · See All

Teruslah Berjuang, Entah Semenyakitkan apa, Entah se lelah apa. kau memang perlu yakin bahwa dia yang telah menjadi impianmu akan membuka hatinya padamu.

Tapi, Kau juga perlu mengerti Bahwa Harapan yang hingga kini tak kunjung selaras dengan kenytaan, Bisa saja suatu waktu sebabkan luka menganga di hati mu. 

Silahkan, Teruslah Berjuang, aku mengerti keyakinan tak goyah sesenti pan dalam hatimu bahwa suatu hari nanti ia melihatmu, tersenyum. dan memandang mu tak lagi seperti biasa.

Namun lagi, Berusahalan untuk mengerti bahwa ada, sungguh ada, yang jika melihatmu tertawa, tersenyum, senang, maka ia akan turut merasakannya, pun sebaliknya, ia akan sedih melihatmu sedih. kau tak pernah tahu, kawan. sungguh ia memendam harapan begitu besar. tapi sayang sekali kau menganggapnya tiada, persis seperti dia yang menjadi impianmu menganggapmu hilang dari dunia ini. 

Kawan, aku tak memintamu berpindah hati, Sebaiknya kau sesekali melihat kebelakang. selebar lebar nya kaca depan kau juga harus sesekali melihat kaca spion. Lihatlah kebelakang. orang yang drengan lelah memperjuangkanmu, dengan sakit yang ia tahan sebab kau anggap angin semata olehmu.

sebelum terlambat, kawan. pikirkann itu.

3 notes · See All

Aku tahu lelah kita sudah di ujung tanduk, aku tahu langkah kita semakin pelan, lelet, dan merunduk. dari setiap perjuangan yg curam, disitu kita belajar bahwa setiap perjuangan memang butuh langkah yg memberatkan dan penuh pengorbanan.


Berpegang teguh-lah pada apa yg menjadi keyakinan diri, pada apa yg menjadi kemampuan diri, terus berusaha. Bumi terlalu besar untuk kamu menjadi pecundang, dan bersiaplah menjadi pemenang, sekarang ataupun masa yang akan datang.


Manfaatkan apa yg menjadi kelebihanmu, manfaatkan apa yg menjadi kelengkapan tubuhmu, buktikan kamu bisa. jangan pedulikan omongan orang, susah senang kamu yg merasakan, jadilah pribadi yg bodoamat. sebaik apapun kita pasti kita punya pembenci.


Sayang, rapatkanlah barisan dengan doa, siapkan tatanan hidup, hidupkan setiap optimisme , jauhkan rasa konsumerisme dan hedonisme. bersiaplah untuk mengejar mimpi, bahagiakan orangtua, bahagiakan orang-orang yg menurutmu penting, dan berKreasilah dengan hidupmu. Hidupmu terlalu berharga untuk menyerah. bangun semangat dan jangan Menyerah.

1 notes · See All

Kita adalah dua insan yang mengharap tuhan untuk Dijodohkan, dengan segala perjuangan yg perih dan curam penuh bebatuan, disitu kita belajar, memang mempertahankan lebih melelahkan dibanding melepaskan.

1 notes · See All
image

kamu bilang aku hanya perlu berubah

kamu bilang aku hanya perlu berjuang

kamu bilang aku hanya perlu bantuan


itukah yang kamu pikirkan?


aku sudah mati matian berubah

aku sudah mati matian berjuang

aku sudah mati matian cari bantuan

11 notes · See All

Tak banyak yang mengerti, aku juga lelah untuk minta dipahami. Hari-hari yang kujalani tak semuanya mulus, kadang aku berpikir apa aku bisa bertahan?

Beri aku waktu untuk sekadar merenung—menatap langit, gedung menjulang tinggi, atau genteng rumah orang, akan kudapati penderitaan yang jalan beriringan dengan jalan tempuhku yang berkelok. Aku ingin menyerah, tapi kakiku tak mau berhenti melangkah. Terkadang diriku lelah, tapi hatiku tak juga mau pasrah.

Aku memang tidak pernah benar-benar ingin menyerah. Hanya terkadang lelah. Namun semua itu sekadar membuatku pasrah.

Bagaimana dengan mimpi, angan-angan, atau cita-cita yang mengabur dibawa kabut di depan? Aku tak tahu. Aku berdiri, tak tahu apakah bergerak, atau menikmati sambil merangkak. Aku benar-benar tak tahu harus apa. Tapi tubuhku tak mau berhenti, hatiku tak juga goyah. Tidak ada pantangan meski luka-lukaku terus bertambah dan menganga.

Namun aku lelah.

Aku benar-benar lelah.

Kutahu ini waktunya berjalan pelan, alih-alih terus mengejar tanpa henti. Lari cepatku yang kemarin rupanya bukan jawaban atas segala harap.

Jadi beri aku waktu untuk diam, untuk melihat ke belakang, apa saja yang membuatku luka dan tak akan kuulang. Aku lelah, mungkin memang harus kunikmati hening sebentar.

Terima kasih sudah memahamiku, tanpa harus kujelaskan kenapa, tanpa harus kuutara bagaimana.

Aku sungguh butuh waktu sejenak.


Jakarta, 19 Desember 2019

16:56

0 notes · See All

The Journey of My Leadership Soul

Sekedar mencoba merefleksikan diri.

Memang, aku merasa perubahan yang begitu drastis dari sifat ku smp, sma, hingga di bangku perkuliahan.

Aku sudah pernah merasakan yang namanya menjadi pemimpin yang otoriter. Ya, sangat otoriter. Memaksa setiap rencanaku, dan memarahi setiap kesalahan yang ada. Tak jarang aku membuat menangis kawan ku sendiri. Tepatnya saat itu aku menjabat sebagai ketua osis smp ku

Pasca hal tersebut, memang tetiba aku merasa tidak nyaman. Dimana dalam kondisi itu kamu punya banyak konflik, rasa sakit hati, tidak punya teman, dibenci beberapa golongan, dan menguras emosi serta tenaga.

Aku pun sadar dan iri dengan teman ku yang hidupnya tenang aman sentosa serta dikelilingi banyak teman. Aku pun, mencoba merubah sifat dan gaya kepemimpinan ku. Dan itu semua kumulai saat awal SMA.

Masa sma dimulai. Aku sudah bertekad untuk tidak lagi ambil bagian di osis. Aku tidak ingin kisahku yg dulu terulang, dan aku ingin memiliki banyak teman, hidup dengan aman damai sentosa. sebetulnya aku sempat bingung dan merasa ingin bergabung. Namun, Qadarullah, Masa pendaftaran pun terlewati dengan kegiatan ramadhan ku menghafal Quran di bogor.

Aku pun memutuskan untuk fokus di rohis saja. Karena, saat itu pula aku sedang masa taubat2 nya. Aku pun menempati jabatan ketua keputrian. Di masa kepemimpinanku saat itu, sudah mulai berkurang sifar otoriter ku. Meskipun di sisi lain aku masih sering memaksa dan mengedepankan ego. Emosi, dan keluar dari grup line. Namun Hal itu memberikan hasil, berupa terlaksananya acara besar kami.

Hal tersebut memberikan ku pelajaran lagi. Aku tidak ingin mengedepankan emosi dan akhirnya lelah. Tak ingin memaksakan kehendak, dan lebih memilih untuk mendengarkan pendapat dan merealisasikannya secara damai.

Aku pun mencobanya saat di bangku perkuliahan. Meski pada mulanya aku masih sedikit membawa rasa ambisi ku. Tapi setelahnya aku sudah lelah dan perubahan besar itu terjadi pada ku.

Dimulai dari rasa lelah itu, dari rasa ingin mendengarkan, dan rasa tidak ingin mengedepankan emosi dan ambisi, aku pun berubah. Cenderung diam, dan menunggu apa mau mereka. Menjaga perasaan orang-orang, Dan menuruti ingin bersama. Aku rasa itu lebih menenangkan meski harus mengorbankan usaha pada diriku sendiri yg harus menjaga perasaannya.

Mungkin itu yang membuatku seperti ini. Cenderung lebih suka sendiri, dan tidak Ingin membuat konflik dengan orang lain. Dan itulah mengapa aku ‘terlihat membiarkan’ kelompok tutor ku saat ini.

Aku tak menghiraukan sejatinya. Hanya saja, aku tak ingin memaksa hati yang tak enak bicara. Menjaga hati yang mungkin tak ingin diburu-buru. Dan merealisasikan apa-apa yang sekiranya aku sanggup untuk kenyamanan mereka. Meski harus mengorbankan perasaan dan tenaga ku sendiri.


Mungkin, itulah sebabnya aku seperti ini sekarang. Aku lelah menyuruh. Aku hanya lelah dan ingin menemukan cara memimpin yg damai, dan yg menguntungkan banyak pihak..

0 notes · See All
Next Page