Visit Blog

Explore Tumblr blogs with no restrictions, modern design and the best experience.

Fun Fact

Tumblr paired up with Humans of New York to raise money for Hurricane Sandy relief.

Trending Blogs
#Mati

Hari ini, kembali melakukan selebrasi. Satu tahun sekali, berkontemplasi bersama sekaratnya nurani yang ditinggal pergi.

Selamat untuk nurani yang hingga hari ini masih mau diajak berkompromi. Aku ingat betul, tiga tahun terakhir kamu dihajar habisa-habisan oleh memori tentang seorang anak perempuan. Tanpa basa-basi, tanpa permisi, tanpa maaf, tanpa terima kasih. Aku tahu, masih sangat banyak pertanyaan yang muncul dari dalam dirimu hinggal hari ini. Masih ada rasa bersalah serta tidak terima karena dicurangi. Sadarkah kamu selama ini, nurani?

Kamu memang paling hebat dalam bicara Aku bisa melakukan semuanya sendiri, aku tidak butuh orang lain. Tapi sadarkah kamu bahwa sikapmu itu selalu saja mengandalkan logika berpikir? Sadarkah bahwa hari ini kamu sedang sekarat? Sadarkah bahwa kamu sedang sakit? Sadarkah bahwa kamu memang lemah? Sadarkah bahwa kamu memang hancur? Sadarkah bahwa kamu tidak seperti apa yang kamu bayangkan dan katakan?

Selama ini kamu sangat mahir menutup diri hanya karena ingin terlihat lebih kuat dari pada yang lain. Kamu yang berwawasan, kamu yang bisa memahami karakter seseorang, kamu yang pintar menguatkan seseorang, kamu yang pandai bertutur kata, kamu yang selalu tampil mengesankan. Kamu selalu bersembunyi dibalik semua mahakaryamu. Seperti pisau bermata dua, sampai kapan kamu mau bersembunyi serta berkompromi untuk membahagiakan sekitar, sementara di sisi lain kamu hanya memperburuk kesehatan baik fisik atau mentalmu.

Jarang sekali aku temui untukmu bersuara sedikit saja. Karena kamu selalu mengemban semuanya sendirian, tidak ada seorangpun untuk diajak bercakap, kamu memutuskan untuk menghabiskan sisa waktu untuk melakukan apa yang kamu mau, nurani. Sekarang, waktunya sudah habis. Kamu terlihat bingung dan tidak melakukan apa-apa. Bahkan kamu tidak tahu apa yang kamu mau. Kamu lupa bagaimana rasanya menginginkan seuatu hingga putus asa. Kamu lupa rasanya mengejar sesuatu, mempunyai cita-cita, memiliki tekad. Yang terpenting, kamu lupa caranya membakar semangat hidupmu lagi.

Bertahun-tahun lalu, kamu tidak seperti ini, nurani. Kamu tahu betul di mana kamu akan berdiri lima tahun dari sekarang. Bahkan kamu tahu di mana kamu harus berdiri besok. Kamu selalu memiliki rencana yang menakjubkan serta cara yang unik untuk mencapainya. Kamu selalu mendambakan ladang terbuka yang indah, meninggikan eksplorasi, dan kegembiraan hidup. Kamu yang selalu berlari bebas, mendobrak batas-batas, serta memberontak buas. Tapi sejak kejadian tiga tahun lalu, kamu telah berhasil membangun kandang yang begitu kuat. Kamu berhasil memperlakukan dirimu selayaknya binatang, nurani.

Percayalah, bukan kesedihan yang membawamu pada titik ini, tapi perasaan ketika kamu tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan semua yang merayap pada setiap larut malam selama bertahun-tahun. Ketika kamu sendiri di dalam gelap dan tidak ada yang lain selain kehampaan serta keheningan. Kamu selalu ada di dalam perjalanan, nurani. Kamu lupa, bahkan kamu tidak ingat ke mana kamu harus pulang karena setelah kejadian tempo hari tiga tahun lalu, kamu merasa kehilangan rumahmu. Ingatkah kamu, nurani? Kita selalu berbicara tentang rumah adalah tempat di mana kamu diinginkan dan dibutuhkan. Maka, pulanglah pada seseorang yang menginginkan serta membutuhkanmu.

Aku tahu betul, hari ini kamu sangat merindukan anak perempuan itu, nurani. Itu adalah hal yang wajar. Mengapa kamu selalu menolak perasaan itu? Biarkan hidup mengambil tanganmu serta membimbingmu sepanjang jalan dengan jemari yang menyilang serta percaya bahwa kamu akan menemukan sesuatu yang indah di perjalanan.

Matahari sebentar lagi terbenam, kamu harus bergegas. Semoga kamu menemukan jalan ke malam di mana tidur adalah hal terakhir yang harus kamu pertimbangkan. Semoga kamu berjalan melalui lampu-lampu tua yang yang usang dan mendapatkan inspirasi dari warna-warna lampu itu. Semoga kamu menemukan keinginan untuk berbicara lagi, untuk tertawa lagi, dan semoga ini membawamu kembali menjadi diri sendiri.

Selamat ulang tahun, nurani.
Selamatkan dirimu sendiri.
Dari aku yang tidak tahan melihatmu sendiri.

2 notes · See All

MENUA

Derita pohon tua yang mempertahankan

satu helai daun terakhirnya —Aku.

Angin menerjangku yang rapuh

belum mau kujatuh,

semut-semut kecil menggigit marah

belum mau kupasrah.

Akar masih menjalar

ke penjuru dunia

mencari setetes harap

untuk semakin kuat barang sehari saja.

Dan tinggal kelingkingku

yang menggantung

lemah dan lelah.

Semenjana mencoba tuk ganti

posisi renjana

tapi batang merinding

ranting gugur gantikan aku

dan tanah yang juga tua

masih tersenyum melihatku merana.

Biarlah kumati, mengering dan menggumam

bila kutumbuh lagi, akan kugenggam

lebih kuat lagi.

— Bandung, A.

9 notes · See All
image

Let me introduce you all to “no, she can’t come into my room” AKA “fine, but she can’t get on the bed” AKA “fine, but she’s not sleeping with me”.

0 notes · See All

Mulai lagi lelah yg membuat aku serasa gilak. Fisik, pikiran yg gak terkontrol, khayalan yg harapannya jadi nyata tapi gak akan pernah jadi nyata, aku capek serius capek. Setelah sekian lumayan lama aku gak ngerasa sakit ini lagi, utk malam ini, tanpa permisi penyakit ini datang. Setiap sebelum tidur aku berharap besok paginya gak pernah bangun lagi untuk hidup, nyatanya pas tengah malam terbangun dan terpikir bakal jumpa malaikat pencabut nyawa, akhirnya aku juga tetap berdoa agar aku mati dalam keadaan khusnul khatimah (biar malaikatnya gak serem dan bisa masuk syurga). Besok pagi terbagun, hidup, bernafas, melakukan hal yg harus dilakukan dan berbuat dosa. Aku gak akan pernah bisa belajar dari kesalahan. Yang aku bisa hanya ngeluh sampek aku mampos. YaAllah maafkan hamba, hamba lelah hidup : (

Doakan yg terbaik

-sang pengetik-

4 notes · See All

NEVER PLAY WITH a DOOL! ➤ Find Me | Horror Game Gameplay

Hello! Today we’ll talk about how to play “Find Me” with dolls. It’s very sucks when, instead of “find”, kill the essence of the game! In general, I could not cope and died, and died … and died …. Well, all a pleasant viewing!

1 notes · See All

Never Trust Reinhardt Behind You! ► Overwatch | Part 1

So, the plot is this: standing in front of the Tank is a bad omen, it is better to stand behind) Although … let’s see what happens. 

True, He’s a guy and I’m a Girl … but we will miss the details)))

0 notes · See All
"I'm out of my head." ( kat + mati )

Mati’s eyes burned as he stared at the lines until they melted together. His words twisted and turned into an angry knot as he dragged the pen over the page. He hated writing every day, but he knew if he didn’t write while off tour there wouldn’t be another album for five years. 

He didn’t care at this point, though. Instead, he lifted the notepad over his head and chucked it. The pad flew across the living room before falling with a slap. Mati sighed heavily and looked over his shoulder.

Kat’s mouth parted a little as she stared at him. Her video game was on pause and he hadn’t even noticed. Mati grabbed the pillow from behind her and screamed into it.

“Not to be that person, but I don’t think the notepad did anything to you,” Kat quipped. The couch shifted as she got up.

“I can’t exactly lob my brain across the room,” he said, then flopped onto his side, pillow pressed to his chest. 

“That would be too easy,” Kat said with a grin as she scooped the notepad off the ground. The pages rustled as she leafed through them. Mati squinted as each page revealed any angry whirlpool of scribbles and dots. Some in red and others in black – all casualties of a creative block.

“You don’t like any of these?” Kat’s eyebrows raised as she read over a few lines.

Mati shook his head, “Too generic.” 

“I like this one: ‘I’m out of my head,’“ she said. 

“I don’t really know how many times I can sing about my head before people get bored. I’m bored of it,” he sprawled out on the couch and put the pillow over his face, “I’m just gonna sleep for the next couple of months.”

“I’m not bored of it,” Kat protested. From the corner of his eye he saw Kat’s inked legs. When she paused in front of him, hand lightly pushing at the pillow, he reached out to lightly trace the edge of a petal on her knee. “Your head’s made a lot of good out of nothing before. Stop be so hard on yourself. All music is generic, right? It all uses the same chords, right?”

“Technically, yeah,” Mati said. He tugged the pillow away and looked at her as her hand now pressed at his forehead. She lightly combed at his scalp. 

“You’re surprisingly motivational, sometimes,” Mati muttered as he turned his head to rest in her palm. 

Kat snickered, “I just want you to keep writing so you don’t want to take a walk – I’m almost through this part.”

“Wow,” Mati laughed, “I take it back.” 

1 notes · See All

Matiku

Matimu

Matinya

Mati mereka

Mati kalian

Mati kau!

Mati lah!

Matikan!

Matic

Matilda

Matius

Mati lampu

Mati kutu

Mati lidah

Mati langkah

Mati lemas

Mati-matian

Mati konyol

Mati suri

Mati sirik

Mati syahid

Mati rasa

Mati semua

Kubur.

2 notes · See All
■ ( house hc + mati. )

Mati lacks the focus and/or motivation to put things away. There are times when he starts to put away laundry or the dishes and gets sidetracked in the process. Because of this, Mati has unofficial places in the kitchen and the living room where the clean things go. The countertop by the fridge is typically where the clean dishes and utensils get left behind (he says they’re there to dry). Clean laundry winds up on a side table close to his room (usually inside the basket and not folded so they get wrinkly). He’s constantly tossing shirts in the dryer to freshen them up since he hates ironing, and never replaced his broken one. 

0 notes · See All
Next Page