Visit Blog

Explore Tumblr blogs with no restrictions, modern design and the best experience.

Fun Fact

Pressing J while looking at a Tumblr blog or home feed will scroll up on the page, pressing K will scroll down. This is helpful considering a lot of the Tumblrs feature infinite scrolling.

Trending Blogs
#kegagalan

Hari hujan mengingatkanku pada memori

Bahwa semua akan baik-baik saja

Karena akan selalu begitu yang aku percaya


Hari hujan mengingatkan

Aku tidak harus melupakan kesedihan, kegagalan

Bahwa aku akan tetap bertahan


Seperti biasanya

Aku akan memulai lagi dan lagi

Seperti hujan sore ini

Yang membasahi tanah gersang tempatku berdiri

Meski esok matahari kan datang lagi


Hujan membawaku pada ingatan

Bahwa kegagalan hanyalah temanku bertumbuh

Membentuk pribadi baru yang lebih hebat


Seperti biasanya

Aku selalu mampu berdiri lagi dan lagi

0 notes · See All

Kegagalan adalah sebuah nilai dari perjalanan menjadi manusia. Kegagalan memang melahirkan yang namanya pengalaman, tapi gw yakin bahwa kegagalan akan hadir dengan macam-macam bentuk. Kegagalan menurut orang banyak memang manjadikan sesorang untuk bisa menjadi kuat dan mungkin akan menjadikan manusia untuk bisa bersyukur atas kegagalan yang setelah itu memberikan sebuah surprise yang tak terduga sebelumnya. Tapi gw yakin bahwa banyak orang setelah gagal dan bangkir dia takut untuk gagal lagi, takut untuk jatuh lagi, karena kegagalan memang sejatinya kehadirannya tidak bisa ditebak dan gak akan ada orang didunia ini merencanakan kegagalan. Wajarnya seorang manusia pasti berencana tetang apa yang akan dia inginkan dan apa yang akan dilakukan sebagai usaha menuju apa yang ia inginkan, tapi dia lupa bahwa kegagalan pasti akan menghampiri setiap waktu tanpa diduga dan disangka,makanya ketika orang menghadapi kegagalan pasti dia akan nangis, mellow, down dan lain sebagainya. Tapi gak jarang orang yang kuat akan bangkit dari situ, akan maju dari kegagalan itu, tapi ada juga orang-orang yang masih meratapi kegagalan itu dan belum bisa bangkit.Sejatinya di dunia ini kalo gw pikir adanya ya berencana, berusaha, berdoa , gagal atau berhasil. Tapi ketika orang gagal pasti ketika dia sudah bangkit dan melanjutkan hidupnya pasti dia akan ada diposisi takut atau trauma untuk gagal lagi dan disitu pilihannya dia adalah takut untuk mencoba, atau mau mencoba tapi dengan hati-hati agar kegagalan bisa diminimalisir tapi kalo diprediksi mungkin enggak ya menurut gw, dan ada juga yang memilih untuk nerabas aja, gagal lagi gak papa,toh siklus kehidupan emang itu isinya. tapi yang gw gak respek adalah orang lain gampang banget menilai, menjustifikasi sebuah kegagalan seseorang, padahal orang itu seperti tidak merasakan bahwa sebuah kegagalan untuk bangkit dari gagal itu butuh effort yang kuat , butuh mental baja, butuh hati untuk menerima. yang mirisnya lagi adalah yang menjustifikasi juga belum tentu bisa bangkit dari kegagalan ketika semisal orang tersebut bertemu dengan kegagalan baru di hidupnya. Inget woy gak ada manusia yang sempurna didunia ini jadi janganlah menjustifikasi kegagalan kepada sesama manusia wahai insan bumi.

0 notes · See All

Pagi adik adik, , semangat ya sekolah online nya 😊 Semoga #covid_19
Cepat berakhir, amin🙏.
.
.
#kampus #pknstan #mahasiswa #jadimahasiswa #ikatandinas #perguruantinggi #prestasi #mimpi #sekolahkedinasan2021 #kegagalan #sukses #student #glowup #semangat #transformation
https://www.instagram.com/p/CG_MDjoBSd9/?igshid=uwdrnwp4ww9t

0 notes · See All

Gagal


Manusia dihadapkan pada sokongan ekspektasi yang melambung sehingga jatuh lebih sakit. Bagi saya, membuat ekspektasi adalah hal yang menyenangkan, tapi semua harus diingat bahwa setiap individu punya peluang gagal, pun demikian hal yang biasa saya lakukan adalah dengan memikirkan rencana serta mengobservasi nya lebih dalam.

Ada banyak persepsi terkait masa depan. Ibarat kata, masa depan terlalu abstrak, tapi kita bisa membaca pola umumnya. Apa itu? Yap, dengan menyiapkan opsi gagal. Merencanakan kegagalan menurut saya adalah hal yang kedua dari yang utama setelah merencanakan ide. Benefit yang saya dapatkan setelah menerapkan konsep ini, saya menjadi lebih siap dan lebih banyak opsi. Seperti hal apa yang saya lakukan ketika saya gagal, ekspresi apa yang saya keluarkan jika saya gagal, hingga sampai kepada garis finish bahwa kegagalan mengajarkan banyak hal.

Menormalisasi kegagalan adalah salah satu langkah awal untuk menerima diri sendiri, bahwa semua mahluk punya jatah gagalnya masing-masing. Kita hanya disuruh menghabiskan jatah gagal sampai kita benar-benar yakin bahwa engga ada yang namanya gagal, semua adalah proses. Proses untuk tumbuh. Semuanya adalah pelajaran jika kita menafikan diri menjadi pembelajar seumur hidup. Sesederhana “long life learning”.

0 notes · See All
arikcpVideo

Waktu adalah produk yang paling berharga di dunia ini.jangan sia-siakan waktu, belajar dari masa lalu untuk memperbaiki masa depan. teruslah melangkah maju tanpa sedikitpun ada keraguan, karna dengan keberanian kamu akan meraih sebuah kemenangan. Semoga bermanfaat yah ❤ #ARIKCP CHANEL Any inquiries email to: admin@arikcahyopurnomo52@gmail.com or Follow saya di: SUBSCRIBE (UPDATE VIDEO TERBARU): ✉ Email : arikcahyopurnomo@gmail.com INSTAGRAM:  https://www.instagram.com/erikbastian…. TWITTER: @arikcp | https://twitter.com/arikcp/ FACEBOOK: arik cahyo purnomo | https://www.facebook.com/cahyosy/ Jangn lupa untuk SUBSCRIBE, LIKE, COMMENT dan SHARE, karena itu semua memberikan saya semangat untuk lebih terus berkarya. Thank you. :)

0 notes · See All
kmtayoText

Ingatlah ini ketika gagal

Jalan dari perwujudan mimpi tidaklah mulus.. akan ada waktunya kita di masa sulit lalu kehilangan arah. Kita jatuh oleh keadaan, dan disaat itulah kadang kita dibuat lupa dengan apa yang telah kita rencanakan. Itulah yang terjadi padaku di masa lalu.

Pesanku..

Tulislah langkah-langkah kecilmu dari sekarang, berusahalah untuk mencapainya setiap hari. Suatu hari nanti, bila keadaan terburuk membuatmu jatuh, bacalah itu dan sadarlah bahwa kamu sudah berproses sedemikian jauh.

Tidak harus rencana besar, kau bisa mulai dari langkah kecil yang bisa kau rutinkan dalam hari-harimu.. yang semoga dengan langkah kecil itu, dirimu bisa lebih disiplin mengenai hal-hal kecil sebelum berani mengimpikan hal besar.

Tulislah supaya kamu ingat, ada mimpi yang pernah kamu impikan, ada rencana yang pernah kamu rencanakan. Cepatlah bangkit jika terjatuh, sebab untuk menuju impianmu tidak selalu ditempuh dengan satu jalan, kamu bisa mencari jalan lain.

Perbarui mimpimu jika ada mimpi yang gagal. Tenangkan dirimu, hargai apa yang telah kamu usahakan..

Tidak masalah dengan kata ‘gagal’, tak perlu menjadikan kegagalan sebagai aib atau berlarut-larut jatuh karena kegagalan.. sebab di atas rencana baikmu masih ada rencana Allah yang lebih baik..

Ingatlah ini ketika dirimu merasa gagal.. bahwa mengalami kegagalan bukan berarti hidupmu berhenti, cepatlah bangun karena hidupmu akan terus berlanjut.

Ingat juga bahwa hanya mereka yang berani mencoba lah yang merasakan gagal dalam proses. Bukankah lebih baik gagal dalam proses daripada gagal karena tidak mencobanya sama sekali?

- Salam dariku untukmu yang memiliki impian,

Berjuanglah!

1 notes · See All

Seringkali kita terlalu fokus akan sebuah kegagalan yang menimpa. 

Kali ini aku akan bercerita seklumit kisah pribadi akan beratnya mengambil sebuah keputusan. 

Banyak hal yang harus kita persiapkan untuk mengambil sebuah keputusan diantaranya; menimbang dampak, resiko, hingga kedepannya apa yang akan kita dapatkan, dan itu semua ngga mudah. Pasti sebelumnya kita akan berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya jika kita memulai atau mengambil keputusan tersebut. Ditambah lagi satu kata yang akan membuat kita seribu kali berpikir kembali. Kegagalan. 

Sebenarnya, wajar aja kalo kita berpikir akan sebuah kegagalan. Sebab, siapa yang ingin gagal, semuanya ingin sebuah kesuksesan. Tapi, kalo kita lihat dan pelajari kembali, kebanyakan orang sukses yang kita kenal dan mereka pun terkenal, mereka telah mengalami kegagalan jauh sebelum banyak orang mengetahuinya, jauh sebelum ia mendapatkan apa yang sekarang ia miliki. 

Mungkin pembicaraan diatas emang ngga bakal seratus persen relateable dengan kehidupan kita. Bener banget. Karena, kita ngga akan sama sekali bisa bandingin kehidupan kita dengan orang lain, termasuk dengan kegagalan yang kita dapatkan. Jangan terlalu cepat dan terlalu lama mengahadapi semuanya dengan sedih. Jangan, sama sekali jangan. Kita hanya seseorang musafir yang sedang berjuang di sebuah perjalanan. Dan dunia ini hanya permainan. 

Semua itu wajar untuk kita dapatkan, dari semua kegagalan, sampe kesuksesan yang kita raih, itu semua ngga akan lama. Saat kita mendapatkan kegagalan, maka bersiaplah untuk menerima kesuksesan di hari lain. Begitupula sebaliknya, saat kita menemukan atau mendapatkan apa yang kita inginkan, bersiaplah pula mendapatkan sebuah kegagalan. Apapun itu. Bukankah begitu dunia ini? Hanya sebuah yang fana.

0 notes · See All

Cara terbaik untuk menghadapi kegagalan adalah bukan dengan melupakannya, tapi dengan menerimanya.

Kamu tahu kenapa?

Karena seberapa kuat pun kamu berusaha melupakannya, justru akan semakin terbayang-bayang. Maka cara terbaiknya adalah dengan menerima kegagalan itu, peluk erat rasa gagal itu walau kenyataannya memang sesakit itu.

Saat kita benar-benar berhasil menerima kegagalan, artinya kita telah berdamai dengan masa lalu. Suatu hari mungkin kita akan mengerti mengapa saat hari ini kita gagal.

0 notes · See All
image

“Bagaimana kamu menilai kegagalan?”


“Ruang jeda untuk menilai kekurangan diri agar bisa berubah menjadi diri yang lebih baik lagi. Kegagalan juga sebuah jendela untuk melihat harapan secara lebih jelas.”


15/7/20

0 notes · See All

#50 Perlawanan

Selalu ada perlawanan, meski pada akhirnya harus terjebak kegagalan

Hari ini bisa mengendalikan, esok tak ada jaminan, tak bisa memastikan

Dan tak ada perlawanan yang lebih menyesakkan daripada perlawanan pada diri sendiri, saat kita ingin berusaha memperbaiki diri, tapi terjebak dalam maksiat yang terulang kembali


Ditulis di malam ke dua puluh tiga Dzulka'dah 1441 H

Cilacap, 14 Juli 2020 (23.51)

1 notes · See All

Mungkin kita pernah nyeletuk kayak gini, 

“untung waktu itu aku ga jadu pergi ke sana.”

“Alhamdulillah aku ga jadi nikah sama dia, ternyata dia orangnya kayak gini…”

“Alhamdulillah aku ga keterima kerja di perusahaan itu.” 

Dan perkataan yang serupa yang menunjukkan pada akhirnya kita bersyukur atas kegagalan maupun hal-hal yang tertunda di hidup kita.

1 notes · See All

Hai, sudah mengalami berapa kali gagal dan apa saja kegagalan yang dihadapi selama hidup ini?

Sudah pernah ditertawakan dan dicemooh, ‘kan?

Tidak apa, ya? Kamu kuat.

Seseorang yang gagal di suatu hal bukan berarti tidak bisa berhasil di lain hal.

Jangan berputus asa, jangan menarik diri hanya karena pencapaianmu tidak seperti pencapaian orang lain.

Setiap orang memiliki rintangan yang berbeda pada perjalanannya.

Tetap semangat memperbaiki kesalahan dan terus mendekat kepada Sang Ilahi.

Kamu adalah yang paling hebat untuk dirimu sendiri.

135 notes · See All

Kecewa itu datang ketika salah dalam menaruh harapan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kecintaan datang diawali dengan adanya suatu kepercayaan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kesepian datang karena suatu keterpisahan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kesedihan datang ketika merespon negatif suatu kejadian.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kegelisahan datang ketika hati menerima suatu kesalahan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Ketenangan datang ketika hati menerima suatu kebenaran.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kelelahan datang bukan untuk menjatuhkan, tapi sebagai ujian apakah kita pantas untuk melanjutkan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Ketidakberhasilan tak selalu datang karena suatu kesalahan, disisi lain ada Tuhan yang akan menentukan kapan tujuanmu pantas untuk didapatkan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kegagalan sesungguhnya adalah ketika sebuah perjuangan diberhentikan dengan alasan bosan atau kelelahan.

0 notes · See All

Kegagalan

Kegagalan adalah kata buruk yang dibenci oleh serikat manusia, saking buruknya hingga acapkali dianggap sebagai kesialan itu sendiri. Begitulah orang-orang bumi melihat kegagalan. Maka jangan kaget ketika kamu menemukan anggapan-anggapan “orang sial” yang menghantui orang yang mengalami kegagalan. Sekali lagi, begitulah orang-orang bumi melihat hal itu. Termasuk aku, kadang-kadang.

Aku takkan repot-repot merubah pikiran kalian mengenai hal tersebut, karena aku hampir seratus persen yakin kalian pun juga tak mau repot-repot berubah pikiran hanya untuk dicap sebagai orang aneh yang menyimpang dari penilaian sosial. Tapi sebagai sesama manusia, aku punya hak untuk memberitahu kalian. Kegagalan adalah kegagalan. Bukan sukses yang tertunda, bukan juga kesialan.

Jangan pernah menghibur diri kalian bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Bagaimanapun bagusnya embel-embel juara dua, yang dinamakan juara hanya dia yang menjadi nomor satu. Dan juara dua hanyalah mereka yang gagal menjadi yang pertama, tak jauh beda dengan mereka yang berada di peringkat bawah. Jadi, jangan pernah pusingkan peringkat, karena sebenarnya kalian sama-sama gagal jika tidak berada di posisi pertama.

Kegagalan juga bukan kesialan. Berhenti bilang “Kamu kurang beruntung, sainganmu kali ini sungguh banyak dan lebih berat”. Kegagalan bukan kesialan yang diberikan orang lain yang lebih siap, jika kamu masih berpikir demikian.

Kegagalan adalah kegagalan. Terima saja seperti itu, lalu berusahalah lebih keras untuk memperbaiki hal tersebut. Kegagalan bukan hal baik, tapi bukan hal buruk yang patut dirutuki juga. Aku hanya ingin menyampaikan kepada kalian bahwa kegagalan yang terkadang sibuk kalian sesali dan kalian kambing hitamkan hanya perlu kalian terima sebagai sebuah kegagalan, sebuah coretan hidup yang membuat kalian berdiri hingga sekarang. Tak perlu menipu diri dengan hal baik, karena pintu dari menerima tak pernah di awali dari sebuah tipu muslihat. Jadi, terima kegagalan sebagaimana adanya.

Jangan terlalu membencinya, karena kegagalan juga tak pernah membenci kalian. Biarlah orang-orang bumi lain mengutukinya, jangan kamu. Jadikan kegagalan sebagai teman perjalanan, selayaknya kesuksesan, kebahagiaan dan yang lainnya. 

11 notes · See All

17/366

#Kegagalan terbaik dalam hidupku

Kegagalan yang pernah atau sedang dialami, yang mungkin menyisakan luka, tetapi ternyata memberikan pembelajaran berharga.


Dalam keheningan malam, tiba-tiba seseorang berkata, “Kayaknya aku aja deh yang gak bisa ngerjain akuntansi”

Jleb! sakit. Aku terkejut, bahkan kata itu sama percis dengan apa yang aku katakan dua tahun yang lalu. Lantas aku tersenyum dan berkata, “Nggak,kamu bisa ko, siapa tahu jawabanmu benar, tinggal berdoa saja.”

Kalau saja saat itu ada yang berbicara padaku seperti apa yang kukatakan, mungkin rasa kecewaku pada angka-angka tak sampai membekas hingga detik ini.

Maafkan aku ya Allah, atas kekeliruan ini. Padahal, barangkali kegagalan itu memang karena aku kurang serius, kurang berusaha atau jangan-jangan saat itu aku tidak melibatkan Allah, tidak meminta pertolongan dan kemudahan sama Allah?

Kau tahu? Semenjak kecil aku suka sekali belajar, membaca, berhitung, mengikuti berbagai perlombaan,menjadi orang nomor satu dalam bidang akademik. Bagaimana aku bisa move on, masa kecil sampai putih biruku berputar 360 derajat menjadi putih abu-abu yang kelabu.

Maafkan aku ya Allah mungkin dulu aku terlalu sombong hingga Kau kembalikan aku pada titik terendah.

Akuntansi..

Aku menyukaimu, aku memahamimu, tapi aku gagal mencintaimu, aku tidak memperjuangkanmu dengan serius, bahkan hanya sekadar membeli alat hitung (kalkulator) yang hanya lewat dipikiran tapi tidak juga kumiliki sampai lulus sekolah. Kalkulator, salah satu alat pendukung dalam pelajaran akuntansi manual, sebab tanpanya menghitung uang jutaan atau bahkan ratusan juta lebih akan begitu sulit. Saat itu aku belum ada uang untuk membeli kalkulator, dan entah mengapa saat ada rezeki aku malah lupa untuk membelinya hingga terus saja begitu sampai tiba pada ujikom akuntansi kelas tiga. Aku terbiasa menghitung menggunakan handphone jadulku, tapi untuk ujikom tidak diperbolehkan, akhirnya aku minjam punya adik kelas. Hahaha

Jujur, berusaha semaksimal mungkin, berdoa, tidak mencontek, salah satu prinsip yang dari dulu kulakukan, sebab orangtua menanamkannya padaku sejak kecil. Alhamdulillah, untuk sekedar meminta jawaban pun aku tak berani apalagi kerja sama disaat ujian/tes/semester. Inilah salah satu hal yang aku benci dalam dunia pendidikan, budaya nyontek masih saja dilakukan oleh sebagian besar orang ketika menjalankan ujian.  Jadi, aku kecewa tapi aku tak bisa menyalahkan si(apa)pun. Aku yang bermodalkan apa adanya, berusaha semaksimal mungkin, sendiri disaat semua orang bekerja sama (pengalaman yang begitu menyedihkan) apa hasilnya? Aku kalah, aku gagal, perjuanganku sekolah selama tiga tahun gagal dengan waktu 2 hari. Aku diremed, aku merasa menjadi orang yang paling bodoh, tak berguna, hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Kemana aku yang dulu? yang katanya nomor satu dalam hitung2an, yang katanya selalu menjadi peringkat kelas, yang katanya pernah menjadi juara umum, aku sakit atas pertanyaanku sendiri. Padahal, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Allah yang Maha Mengetahui, Allah Yang Maha memiliki segalanya termasuk kecerdasan yang bisa diambil oleh-Nya kapan saja. Andai dulu aku paham tentang ini semua, tentang maksud Allah atas semua apa yang telah terjadi, mungkin aku tidak begitu kecewa saat menerima hasil atas usahaku sendiri. Tapi barangkali Allah memang sedang mendidikku menjadi pribadi yang tangguh.

Dan atas semua rasa kecewa itu, aku menemukan rasa syukur yang teramat sangat, betapa Maha Baiknya Allah. Ternyata semua yang dulu kupelajari tidak ada yang sia-sia jika niat awalnya memang murni. Kau tahu? Setelah lulus aku memilih untuk bekerja, dan apakah kau tahu? Sekalipun aku bekerja di bidang sosial tapi kutemukan semuanya yang pernah datang kemudian hilang sampai aku kecewa, dan satu tahun setelah kegagalan itu, tiba-tiba saja aku berkata, “Thanks to Allah, I love Allah, I love My Job, because .. Akuntansi yes, guru yes, Dokumentasi dan Perpustakaan yes, penulis yes. Aku bersyukur dengan apa yang menjadi takdirku sekarang ini, semua yang kupelajari semasa sekolah bisa kuaplikasikan sekarang ini, jadi gak ada yang sia-sia bukan? Tapi, hakikatnya semua itu milik Allah. Aku boleh mencintai pekerjaanku asalkan jangan berlebihan. Tidak baik! Semuanya hanya sementara. Semoga bisa selalu amanah , semangat, sabar , tawakkal dalam menggapai ridho-Nya.“

Entah bagaimana bisa aku mengatakannya seperti itu, rasanya kata itu mengalir begitu saja ketika aku menemukan rasa syukur yang teramat sangat.

Pada akhirnya…

Semua yang kamu lakukan karena Allah tidak ada yang sia-sia selama itu kebaikan. Pada akhirnya juga, semua yang dari Allah itu baik. Yakinlah bahwa ketetapannya memanglah yang terbaik, semua sesuai dengan waktu terbaik-Nya bukan? meski kadang tak selalu dimengerti oleh pendeknya logika-logika kita sebagai hamba Allah yang lemah.

Yakinlah dimanapun kamu berada saat ini, bagaimana pun kondisimu saat ini, semoga itu kondisi terbaik dari Allah yang akan menumbuhkanmu menjadi pribadi2 yang bermental hebat, pribadi yang tangguh dan beriman kuat

Selamat belajar, bertumbuh, berjuang dan berkarya ❤

Lebam kembali, 19:04 | 28 April 2020

1 notes · See All
image

Setiap orang pernah menyesal. Tidak ada satu pun orang yang bisa lepas dari kesalahan.

Selalu ada keputusan-keputusan salah yang kita ambil di belakang. Keputusan yang membuat kita merasa bodoh karena pernah melakukannya.

Ada begitu banyak hal yang semestinya tidak pernah kita ambil, tidak perlu kita lakukan. Tetapi kita sudah terlanjur melakukannya dan sudah tidak mampu lagi memperbaiki.

Barangkali masa lalu memang tidak diciptakan untuk kita lupakan. Tetapi untuk terus kita ingat, untuk terus kita kenang sebagai pelajaran berharga.

Kita akan terus belajar sampai kita benar-benar memahami bahwa ada begitu banyak cara untuk menggapai, tetapi seringkali kita harus memulainya dengan kegagalan.

Kita akan terus melangkah sampai kita benar-benar mengerti bahwa ada begitu cara untuk berlari, tetapi seringkali kita harus melewatinya dengan terjatuh.

Dengan kekecewaan karena kita pernah salah menapakan kaki. Dengan penyesalan karena kita pernah salah menyampaikan perasaaan.

Dengan penyesalan karena kita tidak pernah mampu menjaga.

—ibnufir

183 notes · See All
image

(Perbaikan untuk gerak)


Tanpa sengaja mungkin kita pernah

menyalahkan keadaan atau lingkungan sekitar.

Karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita mau

atau lebih tepatnya,

Usaha kita gagal meraih hasil.


Terus gimana caranya biar gak terlalu kecewa? Dan sakit hati yang berujung jatuh terlalu dalam?

Menerima.

Yap, menerima kegagalan itu.

Akui diri, bahwa masih perlu belajar lebih.


Juga, jadikan kegagalan itu sebagai perbaikan.

Gagal? Bangkit.

Lanjut usaha lagi.

Gali terus pengalaman dan kebaikan hidup.


Gerak maju.

Jangan diam di tempat.

Karena sekarang bukan saatnya istirahat di tempat, grak💣

1 notes · See All

Gagal itu responnya ada dua dan terus beriringan. Belajar dan menyesal. Keduanya manusiawi. Tinggal seberapa banyak perbandingan persentase di antara keduanya.

- meniti rasa

4 notes · See All
Next Page