Visit Blog

Explore Tumblr blogs with no restrictions, modern design and the best experience.

Fun Fact

There are 44.6 Billion blog posts on Tumblr.

Trending Blogs
#mahasiswa

Menjadi mahasiswa ibarat menanam benih. Kalimat itu terus terngiang dalam pikiranku. Aku mahasiswa yang sedang menginjak semester akhir. Cepat atau lambat, status itu akan hilang…

Aku mengulang saat-saat menjadi mahasiswa semester satu. Perasaan gembira bercampur takut memasuki dunia baru. Lanjut ke semester dua, mulai terbiasa dan aktif berorganisasi. Semester tiga dan empat, fokus berorganisasi. Semester lima mulai ikut lomba. Semester enam berhadapan dengan skripsi.

Tanpa sadar, benih itu terus tumbuh menggeliat melewati setiap masa. Dalamnya akar mencerminkan seberapa teguh pendirian seseorang, sedangkan ilmu dan amal tampak dari tingginya batang, panjangnya ranting, lebatnya dedaunan, hingga ranumnya buah-buahan.

Setelah enam semester aku menyadari benih yang kusia-siakan. Benih itu seharusnya dirawat dan dilindungi agar dapat tumbuh dengan ideal. Sayangnya, benih itu sering kuabaikan atas nama organisasi, hiburan, dan sekadar ikut-ikutan tren.

Akhirnya, benih itu tumbuh dan berkembang alakadarnya tanpa perencanaan yang dapat menyingkap keindahannya. Benih sebagai “mahasiswa” kurang terasa hasilnya karena waktu-waktu yang terbuang percuma.

Ikut organisasi, menghibur diri, dan mengetahui tren yang berkembang sah-sah saja. Tapi, sempatkan juga waktu khusus untuk menyiram dan memupuk benihmu. Karena kelak kamu akan memetik hasil dari benih itu!

@ahmadgzaki 

14 notes · See All

Disimak yah~~~

#Repost @ceritakuliah @download.ins

@melekteknologi.id⁣⁣⁣
Jangan sering2 patah hati ya gais..😄
⁣⁣⁣
Tiktok : ⁣⁣⁣jessica.rosalinda
#ceritakuliah #mahasiswa #patahhati #brokenheart #sadqoutes #sadstory #temanngobrolmu #sadquotespage #sadboy #sad #sadgirl
https://www.instagram.com/p/CHhpQ5yJD21/?igshid=1l8fcf6id6fd3

0 notes · See All

#opiniCleo001. Perempuan dan Kekuasaan Kursi di Bus

Tinggal di negara dengan budaya menggunakan transportasi umum bagi penduduknya bukanlah hal asing bagi mahasiswa rantau asal Indonesia, meski di awal hal ini bisa menjadi sebuah culture shock bagi pribumi Indonesia sebab -sebagaimana kita tahu- masyarakat kita lebih terbiasa menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum di jejalanan, alih-alih menghemat ongkos transportasi, menggunakan kendaraan pribadi jelas menambah angka kemacetan di Tanah air.

Bicara soal kemacetan, negeri yang saya tinggali sekarang bisa dibilang belum sepenuhnya terbebas dari masalah kemacetan. Kemacetan masih akan kerap ditemui di jam berangkat kerja dan pulang kerja, yakni kisaran pukul 07.30 CLT – 08.30 CLT dan pukul 16.30 CLT – 17.00 CLT. Meskipun penduduk Mesir lebih banyak memilih transportasi umum, hal itu tidak sepenuhnya mampu menghindarkan mereka dari problematika kemacetan.

Jika kita menengok kembali pelajaran Geografi di kelas dua SMA, di sana kita akan menjumpai pembahasan pola tempat tinggal manusia dimana salah satunya adalah berkumpul di sumber air. Mesir dengan bentang alamnya yang amat gersang dan kering, bagai dibasuh telaga Al-Kautsar dengan adanya sungai Niel di tengah-tengah negerinya. Sungai dengan panjang 6.650 Km dan didaulat sebagai sungai terpanjang di dunia itu mampu mengumpulkan para manusia ratusan ribu tahun silam di sepanjang hilirnya yang hingga kini dapat kita lihat atsar tersebut dari betapa padatnya provinsi Kairo dan tetangga-tetangganya dibanding provinsi-provinsi lain yang tidak dilewati aliran sungai Niel.

Maka, sekalipun penggunaan transportasi umum hampir dilakukan mayoritas penduduk Mesir, khususnya di kota-kota besar layaknya Kairo, dengan kepadatan penduduk yang sungguh melebihi rata-rata, tentu tetap saja akan menghadirkan berbagai masalah umum, kemacetan contohnya.

Meski begitu, mahasiswa asal Indoensia yang tinggal di sini tetap mengikuti kebiasaan pribumi lokal dengan menggunakan angkutan umum sebagai transportasi utamanya. Kemanapun mereka pergi, lokasi manapun yang mereka tuju, bus dan tremco adalah kendaraannya. Mulai dari aktifitas di kampus ataupun talaqqi dengan para masyayikh, kegiatan di sekretariat organisasi, jalan-jalan bersama kawan, makan di warung Indonesia, hingga bertemu pujaan hatinya, semuanya menggunaan transportasi umum.

Ada hal menarik dan patut diacungi jempol dari kebiasaan yang sudah begitu membudaya di kalangan para mahasiswa Indoensia tatkala menaiki bus, yakni para lelakinya yang mempersilahkan duduk mahasiswi Indonesia yang tidak kebagian kursi dan harus berdiri ketika di dalam bus, siapapun itu, dikenalnya ataupun tidak.

Menulis ini tidak lantas membuat saya mengultimatum para pemuda untuk selalu rela memberikan kursinya untuk para wanita. Tidak. Akan tetapi tersebab beberapa alasan dan keadaan khotir sehingga mengharuskan mereka melakukan itu. Maka, ketika alasan dan keadaan khotir tersebut telah hilang, tentu hal ini bukanlah suatu kewajiban lagi.

Bagi kita para wanita, jangan pula terlalu lemah dan mengandalkan kawan lelaki untuk menyerahkan kursinya. Tempat duduk di dalam bus bukanlah kursi DPR yang harus diperebutkan. Kuat-kuatlah dengan selalu hati-hati dimanapun berada, termasuk di dalam bus. Pasang mata awasmu, kalau perlu pasang tampang paling menyebalkan sekalipun. Beberapa kali saya sering ditegur oleh kawan dan senior karena sering bermuka sangar dan jutek di khalayak ramai, saya hanya tersenyum mendengarnya, sebab ini adalah bagian dari pertahanan diri yang saya bangun ketika di tempat umum.

Lucunya, dengan segala kebiasaan, penghormatan dan keadaan tersebut, sebagian para wanita justru mudah baper terhadap para pemuda yang menawarkan kursi kebesarannya di bus. Saya tertawa jutaan kali tiap mendengar cerita-cerita unik demikian, tentunya sambil geleng-geleng kepala keheranan.

Di dalam bus, saya juga sering bertanya-tanya soal kedudukan paling membutuhkan para penumpang bus, dengan segala usia dan kerentanan mereka, kira-kira manakah yang harus didahulukan dan diprioritaskan. Saya sering tergelak melihat tingkah beberapa mahsiswa Indonesia yang dengan sigap dan cekatan mempersilahkan mahasiswi Indonesia menduduki kursi emasnya, namun begitu acuh dan kurang peka ketika ada ibu-ibu atau wanita Mesir yang terombang-ambing di tengah goncangan bus dengan dua kaki gemetaran yang berdiri. Bahkan saya pernah mendapati salah seorang pemuda gagah tanah air sedang duduk manis dengan sebuah kitab klasik di pangkuannya sementara kakek tua dengan tongkat dan kacamata rabun dekat berdiri ringkih di samping kursinya, sungguh tega.

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah film yang diangkat dari buku karangan vlogger favorit saya baru-baru ini, Gita Savitri, dengan judul “Rentang Kisah”. Ada kalimat menarik yang sampai detik ini masih terngiang di telinga saya, kalimat yang keluar dari mulut Cut Mini yang berperan sebagai Ibunda Gita, “kalau kita menolong orang, dimanapun anak kita berada, dia pasti akan ditolong orang”. Kalimat itu begitu sederhana, tapi sempurna membekas di hati saya. Maka mari kita ubah kalimat di atas dengan sedikit penyesuain terhadap lingkungan kita di sini, “kalau mau orang tua kita di rumah dibantu dan dihormati orang, kita harus membantu dan menghormati para orang tua pula dimanapun kaki kita berpijak”.

Saya memiliki seorang Ibu yang sudah terbilang senja, usianya lima puluh tujuh tahun, rambut cantiknya yang dahulu jadi kebanggaan yang membuat dirinya dijuluki “Gadis Sunsilk” oleh para pemuda-pemudi perkumpulan masjid kini hanya kumpulan dari uban-uban, matanya telah letih dan sayu. Di rumah, saya juga memiliki Ayah yang tak kalah senjanya, enam puluh lima tahun sudah usianya, kepalanya sempurna putih, jenggot dan kumisnya pun demikian, keriput di sana-sini, otot dan tubuh tegapnya telah layu. Maka sering tiap kali di dalam bus menjumpai pria ataupun wanita tua membuat saya teringat akan orang tua di rumah.

Dua kali saya ditolak oleh bapak-bapak tua Mesir ketika saya memberikan kursi kepadanya, jurus ampuh perkataan “inta mitsla abii fii as-sin” telah saya lontarkan, tetap saja, ia menolak dengan senyum yang merekah, “khollikii yaa bint… khollikii…!” katanya menolak pemberian saya dengan lembut. Saya tersenyum getir, demi Tuhan saya tidak tega menatap tubuh ringkihnya yang bergelantungan di lambung bus, dua kali saya tawarkan, tetap saja penolakan yang saya dapat.

Sepanjang perjalanan berbagai spekulasi berkelindan di kepala, bisa jadi bapak-bapak tua tadi menolak karena melihat orang yang menawarkan kursi kepadanya adalah seorang wanita, yang mana tentu jiwa dan naluri jantan dalam dirinya muncul. Saya meyakini ini karena acap kali menyaksikannya langsung dari Abah saya. Spekulasi saya semakin kuat tatkala bapak tua tadi menerima pemberian kursi dari pemuda Mesir yang duduk tiga kursi di depan dari tempat saya duduk.

Tetapi lagi-lagi, itu tidak lantas membuat saya bertindak berkuasa di dalam bus sebab saya seorang wanita. Saya yakin betul meski bapak tua tersebut menolak, tubuh senjanya tak bisa dibohongi. Saya lalu membayangkan ada sebuah tragedi besar di dalam bus, entah penjambretan ataupun pelecehan, jika yang berdiri tadi adalah si bapak tua, meskipun dia lelaki, tetapi kekuatannya telah diambil usia. Kemudian saya memvisualkan seorang wanita yang berdiri tanpa kursi yang tersisa di tengah situasi tersebut dan dia adalah korbannya, saya membandingkan dengan si bapak tua, dan hasil yang keluar dari otak saya adalah bahwa si wanita akan lebih kuat mempertahankan diri.

Sesungguhnya tidak ada satu pun manusia yang diciptakan Tuhan menjadi lemah, kelemahan hanya muncul dari absennya keberanian, dan keberanian adalah sesuatu yang harus terus dipupuk.


المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari Mukmin yang lemah”. (HR. Muslim)

0 notes · See All

Hargain gurunya yaaa gaess :)❤️
.
.
.
#kuliah #mahasiswa #kampus #skripsi #indonesia #wisuda #beasiswa #sbmptn #universitas #mahasiswi #sekolah #masukkampus #sarjana #sekolah_kedinasan #kampusindonesia #jakarta #snmptn #mahasiswaindonesia #infokuliah #pendidikan #anakkuliah #sma #infokampus #infobeasiswa #kuliahsambilkerja #kerja #utbk #tugasakhir #lfl
https://www.instagram.com/p/CHFMrVdgbd8/?igshid=1j2wojerj06s1

0 notes · See All

Pagi adik adik, , semangat ya sekolah online nya 😊 Semoga #covid_19
Cepat berakhir, amin🙏.
.
.
#kampus #pknstan #mahasiswa #jadimahasiswa #ikatandinas #perguruantinggi #prestasi #mimpi #sekolahkedinasan2021 #kegagalan #sukses #student #glowup #semangat #transformation
https://www.instagram.com/p/CG_MDjoBSd9/?igshid=uwdrnwp4ww9t

0 notes · See All

Beberapa waktu yang lalu di grup senior-junior alumi kampus, seorang junior angkatan 2017 bertanya:

Dear Senior-senior yang sudah lama bekerja, 
Mohon sarannya, apakah benar standart sukses seorang mahasiswa itu ketika memiliki IPK di atas 3.5 dan mengikuti banyak kegiatan luar kampus, menjabat suatu hal pengting di organisasi kampus agar terlihat indah CV kita ketika mendaftar kerja sebagai fresh graduate? Apakah dalam dunia kerja nanti akan seberdampak itu?

Dan salah satu senior, yang menjawab pertanyaan tersebut adalah gw dan banyak di iyakan oleh senior-senior yang lain:

Untuk IPK, sebenarnya ituhanya akan menjadi pintu gerbang untuk bisa dilirik oleh perusahaan. Menurut dosen wali gw dulu, beliau meminta agar kami memiliki IPK minimal 3.25. Kenapa? Karena biasanya batas minimum IPK dari perusahaan adalah 3, maka nilai 3.25 si fresh graduate sudah melewati screending awal. Nilai 3.25 pun berada di antara batas bawah (3) dan cum laude (3.5), jadi bisa dianggap lulusan tersebut cukup memahami/ memperhatikan pelajaran selama berkuliah.

Bocoran lainnya, mau IPK berapaun kamu, tenang aja, ketika masuk kerja pasti bingung kok harus ngapain, jadi pasti harus belajar lagi, bertanya pada senior, dan buka-buka buku pelajaran lagi.

Sedangkan untuk segi berkegiatan organisasi, selain tentu untuk networking juga untuk membiasakan diri bekerja dalam organisasi. Karena toh perusahaan sebeneranya sebua organisasi jugakan? Ketua perusahaannya disebut CEO, ketua divisinya disebut manager, dan anggota masing-masing divisi disebut karyawan biasa.

Dengan terbiasa berorganisasi kita jadi tau ranah kerja kita tuh dimana sih, siapa atasan kita, siapa yang sejajar dengan sama kita. Intinya logika-logika berorganisasi pasti terpakai kok di dunia kerja.

Berdasarkan pengalaman, gw banyak bertemu orang-orang yang tidak terbiasa berorganisasi sepertinya sewaktu kuliah. Ketika bekerja mereka susah diajak kerja sama dan suka memberikan arahan yang salah pada orang yang salah. Misal: menyuruh-nyuruh anggota divisi lain kerja, padahal dia bukan dari divisi yang sama dan dia juga bukan lead. Kadang hal-hal seperti itu bisa merusak ritme dan suasana kerja tim. 

 Yak, begitu kira-kira jawabam gw. Sebenarnya, gw pernah membahas ini disalah satu episode podcast gw, berikut linknya:

Nasihat Hidup Untuk Kalian, Mahasiswa

image

Jika kalian mau mencari podcast gw, search aja di bagian podcast spotify: Woman Engineer. Podcast yang menceritakan pengalaman dan pandangan hidup gw sebagai seorang wanita yang berprofesi sebagai engineer. Episode baru selalu upload dua minggu sekali (tiba-tiba jadi promosi). Alhamdulillah sekarang sudah episode ke 18…

1 notes · See All

INTUISI BAYIKU

Pagi itu kelas cukup ramai. Bukan karena mahasiswanya yang banyak, tapi tentang hadirnya seorang bayi menggemaskan yang di gendong dosen.

Kala itu pengasuh bayinya sedang pulang kampung, alhasil bayi mungil nan cantik harus ikut mengajar di kelas kami.

Bayi itu cukup rewel, satu kelas merasakan gemas sekaligus sedikit terganggu dengan tangisannya. Tapi kami sangat memaklumi betapa repotnya seorang ibu sekaligus guru yang membantu kami dalam menuntut ilmu.

Aku melihat raut malu dan kesal pada wajahnya. Entah apa yang dipikirkan beliau. Namun aku tahu pasti, beliau kebingungan namun masih tetap menjaga dirinya agar tidak memunculkan emosi berlebihan.

Rasanya aku ingin menawarkan diri sebagai pengasuhnya sementara. Minimalnya mengajak dia bermain atau sekadar ku gendong hingga tertidur pulas. Orang-orang pun sudah tahu, setiap bayi yang ku asuh dan orang tuanya ridho, pasti pulas di gendonganku.

Sayang sekali, hari itu aku baru saja operasi infeksi pada tangan. Perban yang membalut jemariku tak sanggup jika harus menggendongnya. Bahkan untuk menulis saja aku tak mampu.

Aneh.. teman-teman ku pun tak ada yang berhasil menenangkan dia. Namun setelah kuperhatikan, bayi ini akan mulai rewel saat Ibu Dosen mulai menyampaikan materinya.

Tepat setiap kata kedua yang ibu dosen sampaikan kepada mahasiswanya, anak ini langsung rewel. Ibu dosen pun menenangkan anaknya, dia langsung tenang kembali. Sekali lagi ibu berbicara, anaknya kembali rewel. Padahal saat beberapa menit sebelum kelas dimulai, kami sempat bermain dengannya dan dia tidak rewel.

Tiba-tiba intuisiku mulai, aku tenggelam dengan pikiranku dan berpikir. Entah darimana tiba-tiba aku dapatkan sedikit hipotesis bahwa “Anaknya takut kehilangan ibunya”. Ya, ia takut ibunya berpaling bukan kepadanya.

Namun karena kepanikan, mungkin ibu dosen belum “ngeuh” dengan kode yang diberikan bayi umur 8 bulan ini.

Aku melihat pola saat bayi tersebut hanya rewel saat ibu dosen mulai mengajar dan kembali tenang saat ibu dosen memerhatikan dia.

Aku kembali masuk kedalam imajiku, membayangkan jika aku diposisi bayinya. Aku hanya ingin diyakinkan bahwa ibu akan tetap jadi milikku dan tetap menyayangiku. Validasi ibu terhadap hal itu harus disampaikan. Ibu mengajakku berbicara dan berkompromi denganku. Ibu memberiku pengertian bahwa ibu ada amanah mengajarkan ilmu yang Allah amanahkan kepadanya.

Maka pasti aku akan tenang, bahkan mendukung ibu sepenuhnya. Aku akan rela tertidur diatas meja jika Ibu ridho atas hal itu.

Lalu lamunanku tiba-tiba buyar oleh pertanyaan ibu dosen tentang sintaks Problem Based Learning (PBL) yang sedang dibahas hari ini. Masih dengan backsound alami dari bayinya, aku menyebutkan sintaksnya dengan benar.

Fyuhh..

Alhamdulillah, aku sempat membaca bagian itu semalam.

1 notes · See All

Kemarahan Warga Muslim Prancis, atas Penghinaan Rasulullah SAW oleh presiden Prancis
Dari: @bunda.aldevi
#opposite6890 #taubatters #2019gantipresiden
#tolakomnibuslaw #mahasiswabergerak #demokrasiindonesia #aksi212 #tni
#mujahid212 #khilafahjanjiallah #khilafahajaranislam #jejakkhilafahdinusantara #opposite6890 #turky #demokrasi #savedemokrasi #gejayanmemanggil #umarbinhafidz #ustadzabdulsomad #carrefour #mahasiswa
#tiktokindonesia #tiktok #tiktokindonesia #france #france🇫🇷 #HiBerita #news #NewsUpdate #BeritaUpdate #kabarberita
https://www.instagram.com/p/CG1J9OXFGHx/?igshid=goje8fxps3rz

0 notes · See All

Mendarah Daging

image

Saat ini, aku sebagai mahasiswa Azhar. aku ingin mengambil sebanyak-banyaknya dari Azhar.

Kan ku mandikan tubuhku dengan warna azhar. Dengan debu dan pasir tiang-tiangnya. Dengan pemikiran dan kalam para ulamanya.

Saat ini, ku buka bajuku. Ku biarkan diriku telanjang, agar azhar mewarnai setiap sudut tubuhku.

Saat ini, ku hirup seluruh udara azhar. Sampai dia merasuk ke setiap organku. Sampai dia menjadi bagian dari merahnya darahku dan putihnya tulangku. Mendarah daging.

Karena itulah aku menempuh bermil-mil jarak. Kalau aku sebagai mahasiswa azhar, tapi aku malah sibuk dengan buku-buku kaum salafi, liberal dan filsuf barat, maka apa gunanya aku jauh-jauh ke azhar!?

Setelah dari azhar, misalnya aku menuntut ilmu di eropa. Aku ingin saat itu ku buka lagi bajuku. Ku biarkan tubuh ini telanjang, agar pemikiran-pemikiran orientalis mewarnai setiap lekuk tubuhku. Agar pemikiran-pemikiran modern barat merasuk di tiap tetes darahku dan tiap inci tulangku. Mendarah daging.

Begitu jalan intelektualku. Aku yakin hanya dengan jalan ini seorang bisa memperkaya bentukan pribadinya, menyelami pemikiran manusia dan menajamkan intektualitasnya.

Aku ingin menjadi Muhammad Abduh saat mempelajari pemikirannya. Aku ingin menjadi Muhammad Al-Ghazali saat membaca karya-karyanya. Aku ingin menjadi Muhammad Imarah saat membaca buku-bukunya. Aku ingin menjadi Marx saat mendalami pemikirannya.

Aku ingin menjadi bacaanku.

Begitu jalan intelektualku.

Begitu perjalanan para intelektual seperti Abu Hasan Al-Asy ari, Abu Hamid Al-Ghazali, Muhammad Imarah. Begitu juga para filsuf seperti Epicurus dan Nietzche.

Abu Hasan Al-Asyariy dididik dalam keluarga Mu'tazilah. Namun, ketika usia 40 tahun beliau menjadi mujaddid islam yang menantang paham-paham Mu'tazilah.

Abu Hamid Al-Ghazali mendalami ilmu filsafat khususnya filsafat Aristoteles. Setelah bergumul dengan filsafat ia menulis karya Tahafut Al-Falasifah-nya dan memilih jalan tasawuf di akhir hayatnya.

Muhammad Imarah (w. 2020 M) adalah pemikir islam abad ini. Sebelumnya beliau pernah menjadi seorang marxis. Tapi kemudian kembali ke pemahaman islam dan membantah pemikiran-pemikiran marxisme.

Epicurus (w. 270 SM) adalah seorang filsuf ateis Yunani. Dia lahir di Yunani yang saat itu kental dengan kepercayaan pada dewa-dewa. Dari sana pemikirannya bergolak sehingga ia mempertanyakan eksistensi Tuhan. Seandainya Tuhan itu ada kenapa dia menciptakan iblis dan membiarkan penderitaan?

Nietczhe adalah filsuf ateis asal Jerman yang dikatakan paling besar di zaman modern. Dia besar sebagai anak pendeta. Tentu pendidikan agama yang ia dapat sangat kental. Tapi kemudian dia mengkritik konsep Tuhan. Ia mengatakan bahwa Tuhan itu narsis.


Mereka semua memiliki bentukan kepribadian sendiri. Mereka punya sesuatu yang mendarah daging. Kemudian dari situ mereka mempertanyakan, menguji dan melakukan pembaharuan (ground breaking).

Bentukan kepribadian dan intelektual yang banyak dan kental itu yang membuat mereka bisa menjadi pembaharu.

Sungguh, tembok itu kuat ketika ia sudah teruji dengan berbagai pukulan, suhu, hantaman, dan goncangan.


Kairo, Sabtu 24 Oktober 2020

1 notes · See All

KEPAL SPI - kompeni
#potonganmusik
#kepalspi
#kompeni
#kaset
#kasettape
#musiknostalgia
#bandindonesia
#story #storyinstagram
#musikindonesia
#musikindie #cassette #punk #marjinal #termarjinalkan #taringbabi #melawanlupa #buruh #aktivis #mahasiswa #marsinah #wijitukul #munir #menolaklupa #marsmahasiswa
#panjangumurperlawanan
#tolakomnibuslaw
#indomusikgram #videomusikgram
#missyoubodoh
https://www.instagram.com/p/CGrTfeUHwFU/?igshid=jhss3hq44eao

0 notes · See All

Sehat selalu bapak polisi @divisihumaspolri ❤❤❤

#kampus #pknstan #mahasiswa #jadimahasiswa #ikatandinas #perguruantinggi #prestasi #mimpi #sekolahkedinasan2021 #kegagalan #sukses #student #glowup #semangat #transformation #sekolah_kedinasan #sekolahkedinasan #sekolahkedinasan2022
https://www.instagram.com/p/CGhsdXYA5cd/?igshid=1eryu1al5fdq

0 notes · See All

Menjadi Penerjemah Profesional

image

Aku pengen sharing dikit tentang materi penerjemahan tadi bersama ust. Hamim Thohir Musa, Lc

Beliau tamatan LIPIA, Jakarta. Karir penerjemahan beliau udah begitu luas dan profesional banget. Aku coba sebut seingatku:

- Pernah jadi penerjemah istana waktu zaman pak SBY

- Pernah jadi penerjemah mabes polri juga.

- Pernah jadi penerjemah kedutaan Australia

- Pernah jadi penerjemah kedutaan Jerman juga

- Pernah jadi penerjemah Prof. Wahbah Az-Zuhaili di mahkamah pengadilan Indo.

- Pernah jadi penerjemah manual book Garuda Indonesia.

- Beliau juga sering jadi penerjemah di konferensi2 internasional. Salah satunya penerjemah untuk mantan menteri luar negri Alwi Shihab.

- Kalo terjemahan buku, dokumen, dan surat2 udah ga terhitung lagi kata beliau… Kwkw

- Beliau punya perusahaan terjemah sendiri namanya Pusat Penerjemah

Dunia terjemah profesional sendiri bisa dibagi jadi 3:

Pertama, Tulisan. Ini banyak bentuknya; dokumen, surat2, buku, surat kabar, dll.

Kedua, Lisan -langsung. Biasanya ini sering di konferensi2 internasional. Penerjemah menerjemahkan langsung apa yang dikatakan pembicara tanpa jeda. Para penerjemah di tempatkan di satu pos, kemudian suaranya akan sampai ke headset tiap2 peserta konferensi.

Kata beliau di samping bayaran nya mahal dan waktunya singkat sekitar 4 jam, tapi bagian ini sangat melelahkan. Karena penerjamah dipaksa terus mendengarkan, ngomong, fokus, tanpa jeda.

Ketiga, Lisan-tidak langsung. Kayak menerjamahkan rekaman.


Dari beliau aku tahu gimana dunia profesional terjemah dan gimana tantangan2 yang sering dihadapi penerjemah. Di antara tantangannya:

- Deadline. Karena itu seorang penerjemah ga hanya baik saja, tapi harus cepat. Kata beliau seorang dikatakan penerjemah jika ia mampu menerjemahkan 20-30 lembar buku/hari.

- Unpaid. Ga dibayar dan dibayar ga selayaknya. Ini biasanya terjadi kalo baru-baru mulai. Atau ketemu klien y ga profesional (bisa jadi karena emng klien buruk atau karena kebetulan klien adalah kenalan penerjemah… kwkw)

- Bad client. Ustad Hamim cerita kalo dia pernah ngalamin ini waktu ada proyek sama salah satu negara teluk ( nama negaranya disensor). Beliau udah nerjemahin ratusan dokumen. Tapi waktu hasil terjemahan diserahin, klien ga mau bayar karena nemu satu kesalahan. Satu doang. Itupun bukan subtansial.


Penerjemah profesional seperti beliau gajinya bisa 50-100 jt sekali terjemah buku. Apalagi proyek terjemahnya dari pemerintahan dan kedutaan.

Terkait gaji penerjemah profesional, ada satu hal yang aku ingat dari beliau yaitu:

Gratisan bisa menzolimi orang.

Termasuk bidang profesional yang lain. Mungkin kita melihat pekerjaan seperti designer dengan pandangan remeh. Apalagi ketika mereka menawarkan harga yang menurut kita ga wajar.

“cuma duduk depan komputer doang sampe 10 jt!? ”

Sebenarnya harga itu bukan hanya harga dia bergadang sampe subuh aja, tapi lebih-lebih harga itu untuk usahanya bertahun-tahun sampai dia berhasil jadi desaigner profesional.

Begitu juga penerjemah profesional. Jadi penerjemah itu ga gampang. Orang mungkin menganggap asal lulus kampus arab otomatis bisa jadi penerjemah. Mindset begini salah total.

Kalau semua lulusan kampus arab bisa jadi penerjmah, trus kenapa sampe sekarang penerjemah masih dikit?

Kata ust Hamim, sebelum jadi penerjemah profesional, beliau sempat kursus bahasa inggris. Beliau ngeluarin uang jutaan.

Di samping uang, juga waktu. Bayangkan aja gimana capek dan pusingnya nerjemahin 30 lembar sehari. Itu belum masuk tahap penelitian/analisa buku, identifikasi sumber, tahap penyuntingan, dll.

Nah, bayangkan kalo kita bayar profesional ga selayaknya. Atau kita minta gratisan (termasuk dengan alasan teman dekat misalnya). Ga kebayang gimana kita menzolimi si profesional tadi. Uangnya habis, waktunya terkuras, apalagi dia punya keluarga yang harus dinafkahi…

(Serius, teman yang minta gratisan mulu bukan teman namanya!)


Beliau sempat ditanya sejak kapan beliau berlatih terjemah. Beliau jawab sejak smp. Beliau dari smp baca Quran selalu liat artinya. Itu yang membuat skill terjemah beliau terlatih.

O iya, persis seperti beliau, sejak masuk SMP, aku mulai ngafal Quran pake arti. Sampai lima belas juz hafalanku. Karena memang ngafal pakai arti sangat membantu proses menghafal. Apalagi ayatnya adalah ayat cerita. Kalo kita paham ceritanya, kita bisa tahu apa ayat selanjutnya kalau di tengah ayat ternyata lupa.

Sebenarnya, dari gaya ngafal ini aku banyak dapat banyak manfaat. Kosa kata bahasa Arabku makin banyak. Aku gampang paham kaedah nahwu-sharaf. Aku bisa merangkai kalimat yang bagus ketika menerjemahkan kalimat berbahasa arab.

Makanya, aku sarankan bagi yang mau ngafal quran, trus paham bahasa arab walau dikit (waktu SMP kualitas bahasa arabku masih jauh), mulailah ngafal pake arti. Serius! Lebih gampang!


Selain ngafal quran pake arti, beliau juga terbiasa baca 3 buku sehari. Berarti paling dikit bacaan beliau 300 halaman per hari.


Jadi, sebenarnya di balik profesionalitas seorang dan juga bayaran yang tinggi, ada tetes keringat yang mengiringi. Ada usaha lebih yang mungkin tak dilakukan kebanyakan orang.

Pokoknya, hari ini aku beruntung hadir sharing session bersama beliau. Udah lama aku ga nemu orang yang bisa membakar lagi semangat-semangat yang sempat layu…


Kairo, Sabtu 17 Oktober 2020

2 notes · See All

Hargai proses bukan hasil! Video ini sebagai apresiasiku untuk seluruh anak PKN STAN Indonesia dan untuk kalian yang berjuang menggapai mimpi! Kerja Keras! Mimpi berpihak pada para pejuang!

#kampus #pknstan #mahasiswa #jadimahasiswa #ikatandinas #perguruantinggi #prestasi #mimpi #sekolahkedinasan2021 #kegagalan #sukses #student #glowup #semangat #transformation
https://www.instagram.com/p/CGaGIdaA053/?igshid=qe09r8p6cvgj

1 notes · See All

Aku takut

image

Aku takut.

Gimana sebenarnya mempunyai anak? apakah melahirkan anak adalah sebuah kebaikan? atau malah kejahatan?

Karena menurutku ketika seorang melahirkan anak, berarti dia menjerumuskan seorang dalam kesulitan dan kejahatan dunia. Padahal mereka tak meminta dilahirkan ke dunia. Seandainya benih-benih itu bisa ditanya apakah mereka mau dilahirkan, aku yakin mereka kan jawab dengan lantang agar tak usah saja dilahirkan.

Terus ku pikirkan rasanya makin kejam saja. Kenapa manusia dituntut dengan banyak hal, padahal seandainya mereka bisa memilih, aku yakin mereka lebih milih untuk tak diciptakan.

Mengapa rasanya terlahir ke dunia bagiku kini adalah sebuah musibah??

Melihat bayi lahir, yang muncul bukan kesenangan yang membuncah. Tapi malah kesedihan dan penyesalan.

“Sungguh malang nasibmu harus terlahir ke dunia ini” batinku.

Ingin rasanya ku hujat orang tuanya, mengapa kalian harus melahirkannya.?? takkah kalian merasa iba dengannya??

Aku paham kenapa Abu bakar berandai kalau saja ia hanya reremputan atau pohon yang beroyang. Bukan manusia.

Lupakan apa itu pendidikan anak atau parenting.

Ada hal yang lebih patut jadi pertanyaan,

Apakah melahirkan anak adalah kebaikan atau kejahatan?


Kairo, Senin 12 Oktober 2020

2 notes · See All

PSM Gema Suara Cipta 5 (GSC 5) Universitas Negeri Malang berhasil menggelar Singing Competition 2020. Masa pandemi seperti saat ini tak membendung teman-teman dari GSC 5 yang merupakan sub-divisi dari BEM FMIPA UM untuk menggelar kompetisi menyanyi se-Jawa Timur yaitu Singing Competition 2020 dengan mengusung tema “Be Glow in Harmony”. Pelaksanaan Singing Competition tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana tahun ini Singing Competition dilaksanan secara daring, yaitu mulai dari proses pendaftaran peserta hingga pengumuman juara. Hal ini dilakukan untuk mendukung pemutusan rantai penyabaran Covid-19 yang semakin hari semakin bertambah.

Meskipun dilaksanakan secara daring, pelaksanaan Singing Competition 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini Singing Competition 2020 juga dibagi menjadi 2 babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Dengan dua kategori peserta, yaitu kategori anak - anak dengan rentang usia 7-14 tahun dan kategori dewasa dengan rentang usia 15 - 25 tahun. Dari setiap kategori akan dipilih 3 terbaik untuk menjadi juara. Selain itu, dari setiap kategori juga akan dipilih 1 juara favorit pilihan masyarakat.

Pelaksanaan Singing Competition 2020 dimulai dari proses pendaftaran peserta dan pengumpulan video peserta babak penyisihan yang dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli 2020 sampai tanggal 9 September 2020 pukul 13.00 WIB. Calon peserta bisa melakukan pendaftaran secara online terlebih dengan cara mengisi formulir melalui link yang tercantum pada pamflet Singing Competition 2020. Calon peserta wajib membayar biaya pendaftaran agar sah menjadi peserta. Dengan biaya pendaftaran kategori anak - anak sebesar Rp20.000,00 dan kategori dewasa sebesar Rp25.000,00. Setelah melakukan pembayaran, peserta akan diberikan informasi mengenai nomor peserta dan ketentuan lomba serta link untuk mengirimkan video. Pada babak penyisihan peserta mengirimkan video bernyanyi tanpa diiringi musik dengan menyanyikan 1 atau lebih lagu bergenre bebas dengan durasi maksimal video yang dikirimkan adalah 5 menit. Tidak perlu menunggu waktu lama, para peserta dapat mengetahui apakah mereka lolos ke babak final pada tanggal 10 September 2020 pukul 13.00 WIB melalui Instagram GSC 5 @gsc5.fmipa.um.

Para peserta yang lolos ke babak final berhak mengirimkan video untuk babak final melalui link yang diberikan oleh panitia mulai tanggal 10 September - 12 September 2020 pukul 15.00 WIB. Tidak jauh berbeda dengan babak penyisihan, peserta juga mengirimkan video bernyanyi dengan durasi maksimal 5 menit. Namun, pada babak final lagu yang dibawakan peserta merupakan salah satu lagu dari pilihan lagu yang diberikan panitia dengan diiringi musik.

Tidak sesingkat penilaian pada babak penyisihan, pada babak final penilaian dilakukan selama 3 hari. Hal ini juara favorit ditentukan dari jumlah like video bernyanyi peserta yang di upload ke YouTube channel GSC-5 (Gsc5). Pengumuman juara dilaksanakan pada tanggal 15 September 2020 pukul 19.00 WIB melalui media Google Meet yang dihadiri oleh seluruh finalis. Pengumuman juara yang merupakan acara puncak dari Singing Competition 2020 dipandu oleh seorang MC yang merupakan salah satu panitia penyelenggara yaitu Virli Bunga Qintamani. Dengan turut mengundang kedua juri yang terlibat pada acara ini yaitu Candra Mahardika dan Sasi Adiarti, Presiden Mahasiswa BEM FMIPA yaitu Fadhil Fathurochman dan Wakil Dekan III FMIPA UM yaitu Dr. Sentot Kusairi, M. Si, Perwakilan BEM FMIPA UM (Perwakilan Pora) serta DMF FMIPA UM.

Singing Competition 2020 bisa digelar dengan baik mulai dari proses pendaftaran sampai dengan pengumuman juara. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya misalnya kesulitan peserta saat mengakses link. Melalui kendala yang dialami pada pelaksanaan tahun ini, diharapkan bisa menjadi pemebelajaran agar pelaksanaan Singing Competition selanjutnya semakin lebih baik.

0 notes · See All

Semakin kesini semakin kita meyadari bahwa negeri ini punya sejuta masalah. Yang nampak oleh mata sangat banyak apalagi yang belum nampak oleh mata.

Sebagai manusia yang tabiatnya ingin kedamaian kadang membuat kita berpikir kenapa masalah negeri ini sangat banyak, atau berpikir mungkin lebih baik pindah negara ajah kali yaa, atau yang lebih parah lagi berpikir untuk pura-pura tidak tau ajalah.

Bukan hal yang mudah untuk menaruh perhatian pada masalah masyarakat umum. Kehidupan yang tidak pernah jauh dari kata sibuk untuk urusan pribadi memang menghambat untuk peduli dengan kehidupan masyarakat yang dipenuhi oleh masalah. Tapi sadarkah kita bahwa ternyata kita adalah bagian dari masyarakat itu juga.

Kehidupan hari ini yang bersifat kapitalistik dan individualistik memang selalu berhasil mengalihkan pandangan kita dari jeritan penderitaan masyarakat karena kezoliman yang entah kapan akan berhenti menindas mereka.

Kadang kita dengan segala rutinitas kehidupan pribadi yang dianggap menyibukkan diri, dengan sombongnya pura-pura tidak melihat kezoliman. Satu hal yang ingin aku tanyakan, apakah etis hal itu dilakukan apalagi oleh seorang intelektual?

Ingat kaum intelektual adalah bagian dari masyarakat, kita semua adalah bagian masyarakat yang terzolimi tadi. Terzolimi oleh kehidupan yang dikendalikan oleh para cukong yang mengaku peduli rakyat tapi nyatanya hanya peduli kepada para kapital

Bukalah mata dan pemikiran anda, negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Dia sakit dan butuh obat. Mari bersama-sama mencari solusinya

Bagaimana menurut anda?

1 notes · See All
Next Page