Visit Blog

Explore Tumblr blogs with no restrictions, modern design and the best experience.

Fun Fact

Tumblr receives over 17 Billion pages views a month.

Trending Blogs
#perguruantinggi

Pagi adik adik, , semangat ya sekolah online nya 😊 Semoga #covid_19
Cepat berakhir, amin🙏.
.
.
#kampus #pknstan #mahasiswa #jadimahasiswa #ikatandinas #perguruantinggi #prestasi #mimpi #sekolahkedinasan2021 #kegagalan #sukses #student #glowup #semangat #transformation
https://www.instagram.com/p/CG_MDjoBSd9/?igshid=uwdrnwp4ww9t

0 notes · See All

Intisari bab 3 Filasafat Seni Jakob Sumardjo

Ilmu seni harus dibedakan dengan seni. Seni itu soal penghayatan, sedangkan ilmu adalah soal pemahaman. Seni untuk dinikmati, sementara ilmu seni untuk memahami. Orang dapat ahli dalam menikmati seni, dan mampu menunjukan karya seni yang baik, tetapi bila ditanya mengapa sebuah karya seni bagus dan yang lain kurang bagus, belum tentu ia mampu menjawabnya. Padahal, pilihannya terhadap aneka karya seni yang baik selalu tepat. Orang jenis ini memang penggemar seni dan dapat menilai seni berdasarkan pengalamannya dalam bergaul dengan berbagai karya seni.

Tetapi, seorang ahli seni yang sesungguhnya akan dapat memilih karya seni yang baik dan sekaligus mempertanggungjawabkan mengapa karya itu dianggapnya bagus. Di satu pihak terdapat suatu peristiwa cinta tanpa memahami, dan dipihak lain mencintai seni dengan pemahaman. Seperti kata Jakob Sumardjo Cinta tanpa memahami dapat tidak setia dan tidak awet.

Dalam pengalaman hidup kesenian di Indonesia, lebih banyak pecinta seni yang kurang memahami ilmu seni daripada pecinta seni yang memahami seni lengkap dengan ilmunya. Di Indonesia orang lebih dulu menikmati karya seni tingkat dunia daripada mempelajari ilmu seni dunia. Dan seniman Indonesia untuk menunjang penciptaan karyanya memepelajari aneka ilmu seni , tetapi mereka mempergunakan kekayaan ilmunya untuk dirinya sendiri saja. Kritik seniman secara lisan maupun wawancara terkadang menjadi kritik yang bersahaja. Ini menunjukanbahwa para seniman besar kita sebenarnya juga ilmuwan dan ahli seni.

Seperti berbagai objek lain dalam lingkungan hidup manusia, seni juga dapat menjadi objek ilmu. Seni dapat ditinjau dari segi estetikanya, yang berarti menjadi objek ilmu sekaligus filasafat. Untuk menjadi seniman,orang bahkan tidak perlu sekolah atau memasuki perguruan tinggi seni. Penglihatan kosong kita menangkap banyak seniman besar Indonesia tidak pernah memasuki perguruan tinggi seni. Kebanyakan seniman belajar secara otodidak. Mereka yang belajar di sanggar lebih banyak mendapat ilmu dari seorang gurunya, yaitu senimannya langsung. Sedangkan mereka yang belajar di perguruan tinggi seni belajar secara klasikal dan regular, intensitas dengan sang guru tidaklah besar.

Dalam perguruan tinggi seni diciptakan ilmuwan seni. Perguruan tinggi seni ialah tempat dimana diciptakannya ilmuwan ilmuwan seni, disana mereka mempelajari seni secara ilmiah. Memang tidak pasti mereka yang sekolah di perguruan tinggi seni menjadi seniman, untuk menjadi seniman tidak ada resep dan sekolahnya. Seniman itu tumbuh dalam keunikannya dan keasliannya sendiri, dan itu tidak diajarkan, tetapi harus dicari sendiri oleh sang calon seniman. Andai saja itu di ajari akan tercipta seniman yang monoton dan sealiran. Keseniman tak pernah bersifat komunal, seniman itu individualitas, unik dan otentik.

0 notes · See All
Next Page