Tumgir
#suaracerita
kurniawangunadi · 3 years ago
Audio
BAPAK
Bapak adalah laki-laki paling khawatir saat anak perempuannya jatuh cinta. Ketika usia anaknya bertambah menjadi kepala dua. Bukan kepalang beliau siang malam memikirkan segala kemungkinan. Laki-laki seperti apa yang akan anak perempuannya nanti ceritakan. Cerita yang mau tidak mau seperti petir di lautan siang-siang.
Kekhawatiran itu tidak berlebihan. Sebab sepanjang pengetahuannya, tidak ada laki-laki yang baik di dunia ini kecuali dirinya sendiri. Untuk kali ini, Bapak boleh menyombongkan diri. Karena kenyataannya memang begitu. Tidak ada laki-laki yang cintanya paling aman selain bapak. Ibu sendiri mengakui.
Bapak adalah laki-laki yang paling takut anak perempuannya jatuh cinta. Laki-laki mau sebaik apapun tetaplah brengsek baginya, berani-beraninya membuat anaknya jatuh, cinta pula. Sudah dibuat jatuh, dibuat cinta pula. Benar-benar tidak masuk akal.
Malam itu, ketika dikira anak perempuannya terlelap. Bapak berbicara kepada ibu di ruang tamu. Tentang segala kemungkinan yang terjadi bila anak perempuan satu-satunya diambil orang. Tentang sepinya rumah ini. Tentang masa tua. Tentang hidup berumah tangga. Kukira bapak berlebihan. Tapi warna suaranya menunjukkan kepedulian.
Aku yang sedari tadi pura pura tidur, mendengarkan. Semoga aku bertemu dengan laki-laki yang lebih bijaksana dari bapak. Karena aku membutuhkan kebijaksanaannya untuk memintanya tidak meninggalkan bapak dan ibu sendirian.
Ku harap ada yang menga-aamiin-kan. (c)kurniawangunadi
Tulisan ini termuat di buku saya, Hujan Matahari (2014) hlm. 91-92
2K notes · View notes
riskifauziah · 2 years ago
Text
Sudah berapa kali diri kita merasa paling benar sendiri?
Sudah berapa banyak orang yang tanpa sengaja kita lukai?
Merasa sesempurna itukah kita dengan mudahnya menghakimi pilihan hidup seseorang?
Apakah kita tau, seberapa sulitnya ia menyembuhkan luka seorang diri, bertahan dikala keadaan sedang tak karuan?
Memikul beban tanpa dibagi dengan yang lainnya, hanya agar sekelilingnya tau bahwa ia sedang baik - baik saja meski kenyataan berkata sebaliknya?
Dan ketika ia melakukan satu dua kesalahan, kita sangat gampang menyudutkan. Tanpa bertanya lebih dahulu apa sebab ia berlaku seperti itu.
Dariku, untuk diriku sendiri :)
13 notes · View notes
senjayanglupa · 2 years ago
Audio
(suaracerita)
12 notes · View notes
suratsajak · 3 years ago
Text
Aku berlari berusaha mengejarmu, tak hentinya kamu berlari semakin kencang hingga jarak terbentang semakin jauh.
Aku: Hey, tunggu!
Teriakku, karena memang aku lelah mengejarmu. Seketika kamu berhenti.
Kamu: Tak perlu mengejarku! Sebab memang tak akan sampai, biarlah Tuhanku yang menjadikan mu dekat! Karena memang hanya itu yang dapat kita perjuangkan hari ini.
Aku tersipu, diam. Lantas berpaling dan meminta kepada-Nya. Dengan sabar dan ikhlas.
22 notes · View notes
kitabuta · 4 years ago
Text
"saka, orang lain bisa memandang kita baik kalau kita menganggap diri kita pun demikia. Tapi, gimana orang lain bisa nilai diri kita baik kalau kita gak pernah mau untuk dikenal apalagi membuka diri?. Dan kamu, mungkin udah harusnya lebih membuka diri sama hal apapun"
KALA
1 note · View note
ayumayangsr · 4 years ago
Audio
(suaracerita)
1 note · View note
fkhalila · 4 years ago
Audio
Terima Kasih Telah Menjaga Diri by SuaraCerita
(written by @kurniawangunadi and narrated by @dokterfina)
Terima kasih telah menjaga diri, terima kasih juga telah bersedia bersabar. Bersabar terhadap perasaan yang sedang tumbuh, ingin sekali mekar, ingin sekali segera ranum. Akan tetapi, kita masih percaya bahwa untuk menjadi mekar, kita perlu waktu.
Terima kasih karena aku rasa, Allah tetap menjadi yang pertama. Bila kelalaian kita menjaga diri, membuat orang lain berasumsi sedemikian rupa. Semoga kita segera diselamatkan dan ku rasa, Dia pasti segera menyelamatkan.
Terima kasih telah bersedia bersabar. Karena aku pun sedang bersabar menunggu waktumu yang lebih luang. Karena sekarang, begitu banyak kesibukan yang bila kita tidak bersabar dan gegabah. Justru bisa jadi membuat kita salah mengambil keputusan.
Terima kasih telah menjaga diri. Karena aku akan menjagamu dari perasaanku yang sedemikian rupa. Entah bagaimana caranya. Entah harus berdoa seperti apa. Karena kita tahu pasti, salah satu dari kita akan memulai. Dan itu aku. Diwaktu yang nanti akan aku cari tahu entah bagaimana caranya. Karena aku tidak akan membiarkanmu terlalu lama berasumsi. Karena aku tahu, kita benar-benar sedang diuji dengan kehadiran masing-masing. Kita sama-sama menjadi ujian satu sama lain. Mari menangkan!
8 notes · View notes
aminahanna20 · 4 years ago
Quote
Perjalanan kita sangat panjang, kita belum bertemu, masih sibuk menyelesaikan urusan kita sendiri-sendiri,  sibuk menata banyak hal. menyelesaikan masa lalu, menghidupkan hari ini dan merencanakan masa depan.perjalanan kita masih jauh, setiap langkah kaki kita akan mendekatkan kita, jangan berhenti.
Jangan Berhenti Melangkah,
14 notes · View notes
Text
Suara Cerita
Tak semua cerita membutuhkan suara,
Begitupun suara, tak semuanya butuh diceritakan.
Lantas, apakah itu menjadi suatu kesalahan bagi si pemilik cerita?
Karena ia tak menyuarakan ceritanya?
Atau karena ia tak menceritakan suaranya?
Apakah kau tahu, alasan pemilik cerita untuk tak melakukannya?
Karena ia tak ingin apa yang menjadi ceritanya disuarakan olehmu, orang asing yang menghampiri hanya disaat mereka butuh cerita untuk disuarakan.
1 note · View note
agnezrt · 4 years ago
Audio
(suaracerita)
Suara : @dokterfina Cerita : @kurniawangunadi Backsound : Ryann - Whispered Memories
©Medan, 8 September 2015
Seseorang Yang Nanti Datang
Kalau kamu sudah bangun dan membaca tulisan ini. Ada satu hal menarik di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin mengubur masa lalunya. Ia ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan.
Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan itu senantiasa menyertai langkah kakinya. Hidupnya kini sangat hati-hati.
Ia mungkin bukan orang baik. Tidak sebaik sebagaimana pengetahuanmu tentangnya selama ini. Ia akan datang menjadi ujian bagimu. Ia tidak berharap diterima, tapi ia senantiasa mengusahakanmu. Ia bahkan sudah bersyukur karena mengenalmu membuatnya berusaha menjadi lebih baik. Ia sudah ikhlas dengan keputusanmu bahkan sebelum dia mengutarakan keinginannya.
Andai kamu berada di posisi hidupnya. Bagaimana perasaanmu?
(Source: SoundCloud / Suaracerita)
2 notes · View notes
ayeonkkot · 4 years ago
Audio
(suaracerita)
9 notes · View notes
elwihusna · 4 years ago
Audio
(dokterfina) Namun bila kita tidak bergerak untuk mengubah dunia kita, Maka dunialah yang akan mengubah kita. Bila kita tidak membuat keputusan, Maka keadaanlah yang akan memutuskan apa-apa yang harus kita lakukan.
Karena perjalanan ini panjang, Kita perlu kekuatan untuk menjalaninya, Kekuatan itu adalah suatu keyakinanmu pada satu kenyataan, Bahwa perjaanan di dunia ini tidak lama, tidak nyata, dan melenakan Kalau kita paham kemana tujuan kita, Perjalanan kita berserta segala ujiannya akan terasa ringan Ya, akan terasa ringan
-Kurniawan Gunadi-
1 note · View note
suratsajak · 3 years ago
Audio
Aku ingin jatuh cinta. Ya. Aku ingin jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali. Tanpa aku merasa resah, rasa ini menjadi berkurang dan berangsur menghilang. Memudar seiring waktu, menghilang tanpa jejak, hangus tak berbekas, tak terasa lagi.
Aku ingin jatuh cinta pada waktu ketika kau tersenyum. Membuat duniaku berhenti sesaat. Merasakan sesuatu yang tak terkatakan, dan aku yang menentukan kapan waktu boleh berputar kembali. Demi terus melihat senyumnya.
Bagiku, cinta itu tak perlu muluk-muluk. Tak perlu dia membuatkan masakan untukku setiap hari, tak perlu dia membuatkan kopi untukku di pagi hari. Hei, dia bukan mbak-mbak yang bekerja di rumahmu kan?
Cukuplah sebaris kata, “selamat pagi” setelah mentari menyapa bumi. Menghangatkan hati yang terkadang beku oleh sinisnya malam hari. Lebih dari cukup, lukisan senyum dan sapaan, “selamat siang” , ketika fajar pergi dan berganti riuh manusia-manusia yang terjebak dunia serta segala keangkuhannya. Ketika senja tiba, kau tak perlu datang dengan banyak kata, cukup hadirmu saja, itu sudah lebih dari cukup. Aku terlalu melankolis barangkali, tak apa, biarkan saja. Mungkin ini efek jatuh cinta.
Aku ingin jatuh cinta. Jatuh yang sebenar-benarnya jatuh. Sakit? Pasti akan sakit. Bagaimana tidak? Ketika aku memutuskan jatuh cinta padamu, maka akan ada sepaket rasa yang lain yang harus aku terima. Mau tidak mau, suka tidak suka. Ah, nampak rumit, tapi aku mau.Ketika aku jatuh cinta padamu, akan ada sekelumit cemburu di sana. Jadi maafkan aku. Cemburu itu bukan tanda sayang, menurutku, hanya sebuah perasaan takut kehilangan. Wajar, aku mencintaimu.
2 notes · View notes
ahimsaid · 4 years ago
Quote
Tiap kali aku tidak menulis, saat itulah aku merasa tidak perlu untuk seseorang mendengar suaraku. Saat itu adalah saat dimana aku menikmati suara hatiku sendiri: suara yang timbul-tenggelam, samar-samar terdengar, jika terlalu lama kita tak acuhkan. Kita tak acuhkan dengan pendengaran akan riuh-rendah, cercaan maupun pujian dari orang lain, maupun diri kita sendiri. Saat aku tidak menulis adalah saat dimana aku tidak dalam usaha membuktikan apapun kepada siapapun - bahwa aku berharga.
SAS ~ahimsa
2 notes · View notes
mythumbelina · 5 years ago
Text
Mewujudkan mu kali ini menjadi lebih pasrah, lebih berserah, bahwa aku sungguh benar-benar mengakui bahwa aku tidak benar benar tahu yang terbaik untuk diriku sendiri. Aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik, tapi tidak tahu tentang yang terbaik. Mewujudkabmu kali ini aku lebih berserah, berserah tentang definisi kamu yang kini aku tidak tahu. Tentang kamu yang tidak pernah aku sangka, kamu yang tidak pernah aku kira, kukira demikian yang terjadi. Hari ini, aku akan menenggelamkan diri dalam tujuanku. Karena, aku masih percaya bahwa tujuan yang sama akan mempertemukan orang orang dalam perjalanan. Tentu bila yang dimaksud dengan kamu sedang menuju tujuan yang sama, kita akan bertemu. Itu keniscayaan. Suara Cerita - 26 Maret 2015
0 notes
dokterfina · 5 years ago
Audio
Suara : @dokterfina Cerita : @kurniawangunadi Backsound : Ryann - Ost. Whispered Memories
(c) Jakarta, 15 January 2017
Membuat Perjalanan Perjalanan ini mungkin dibuat dengan ragu-ragu tapi sekali kita melangkah, kita harus kuat. Kuat dalam mempertahankan langkah kita agar tetap ke depan. Biar sedikit, kita mengerti bahwa perjalanan itu adalah sebuah proses panjang. Hijrah dari satu tempat ke tempat lain, dari keadaan yang sebelumnya ke keadaan berikutnya, dari kondisi buruk menjadi lebih baik.
Kita tidak perlu sibuk berceramah kepada orang lain atas perjalanan yang ia buat, karena ia tentu sedang berjuang keras untuk itu. Siapa kita sampai berani menghakiminya?
Perjalanan ini mungkin akan dibuat dengan kecemasan dan kekhawatiran akan masa depan. Ketidakpastian akan hidup dan ketakutan pada kemiskinan. Namun, bila kita tidak bergerak untuk mengubah dunia kita, maka dunialah yang akan mengubah kita. Bila kita tidak membuat keputusan, maka keadaanlah yang akan memutuskan apa-apa yang harus kita lakukan.
Karena perjalanan ini panjang, kita perlu kekuatan untuk menjalaninya. Kekuatan itu adalah keyakinanmu pada satu kenyataan bahwa perjalanan di dunia ini tidak lama, tidak nyata, dan melenakan. Kalau kita paham ke mana tujuan kita, perjalanan kita berserta segala ujiannya akan terasa ringan.
178 notes · View notes
bangyuli · 5 years ago
Photo
Tumblr media
11 notes · View notes
putrirahayupry · 4 months ago
Text
Mewujudkanmu oleh suaracerita
Ternyata mewujudkanmu tidak semudah apa yang aku sangka selama ini. Tidak semudah apa yang aku pikirkan. Bahkan dengan usahaku yang demikian, sampai saat ini kamu belum bisa ku wujudkan. Harus jatuh berdebam, harus tertolak, harus kembali menata hati yang berantakan. Perasaan yang tak terdefinisi. Harus memahami ulang definisi tentang kamu, bahwa kamu ternyata tidak bermakna kamu sebagaimana aku pahami selama ini. Ada banyak kemungkinan tentang siapa kamu bagi Tuhan. Sesuatu yang dirahasiakan dan tidak pernah aku mendapat bocoran.
Mewujudkanmu, ternyata benar-benar menguras perasaan. Perjalanan kesana membuatku harus patah berkali-kali. Harus membangun kembali apa sesuatu yang baru. Harus mengenali kembali definisi-definisi baru dalam hidup ini. Kamu, menunggu, yang terbaik dan banyak kata-kata lain yang seolah-olah berubah makna setiap kali aku menemui peristiwa.
Mewujudkanmu kali ini menjadi lebih pasrah, lebih berserah, bahwa aku sungguh benar-benar mengakui bahwa aku tidak benar-benar tahu yang terbaik untuk diriku sendiri. Aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik tapi tidak tahu tentang yang terbaik.
Mewujudkanmu kali ini lebih berserah. Berserah tentang definisi kamu yang kini aku tidak tahu. Tentang kamu yang tidak pernah aku sangka, kamu yang tidak pernah aku kira. Ku kira demikian yang akan terjadi.
Hari ini, aku akan menenggelamkan diri dalam tujuanku. Karena aku masih percaya bahwa tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tentu bila yang dimaksud dengan kamu sedang menuju tujuan yang sama. Kita akan bertemu, itu keniscayaan.
#####
Mewujudkanmu akan menjadi post (tulisan yang dikutip dari suaracerita karena ku suka) terakhir di tahun ini. Mewujudkanmu adalah salah satu prioritasku saat ini. Versi mewujudkanku mungkin berbeda dengan teman-teman sekalian, bukan tentang seseorang. Apapun versi mewujudkan kita masing-masing, semoga saja mampu mewujudkannya.
Sampai bertemu 6 atau 7 bulan kedepan.Ku harap, saat nanti aku kembali, kabar bahagia yang menjadi tulisan pertamaku. Setelah itu, baru akan memperjuangkan yang selanjutnya. Bersabarlah, put, untuk semua perjalanan yang sedang dilalui.
Sebelumnya, ingin meminta maaf atas setiap kesalahan dan khilaf pada diriku. Maafin putri kalau pernah menyakiti hati teman-teman sekalian, ntah itu dari tulisan atau kata maupun sikap. Terimakasih pula atas sharing dan insightnya selama ini. Semoga Allah meridhai kita disetiap langkah dan urusan. Sampai bertemu pada versi terbaik dari diri kita.
Ya Rabb, Yang Maha Hidup dan Yang Maha Berdiri sendiri, kami serahkan urusan kami kepadaMu seluruhnya. Jangan serahkan kepada kami, walau hanya sekejap mata.
Bandung, 27 Desember 2021
4 notes · View notes