Visit Blog
Explore Tumblr blogs with no restrictions, modern design and the best experience.
#Cinta Fitri
manojpunjabi · 20 days ago
Text
Menangkan exclusive Cinta Fitri signed merchandise dan FREE 3 BULAN WETV VIP MEMBERSHIP!
Menangkan exclusive Cinta Fitri signed merchandise dan FREE 3 BULAN WETV VIP MEMBERSHIP!
✨CINTA FITRI GIVEAWAY✨ Loyal fans Cinta Fitri, we have a surprise for you!! Menangkan exclusive Cinta Fitri signed merchandise dan FREE 3 BULAN WETV VIP MEMBERSHIP! Caranya gampang:• Upload foto ekspresi kamu selagi nonton episode terakhir Cinta Fitri di feed kamu, dan tag 3 temanmu!• Sertakan hashtag #CintaFitriGiveaway• Pastikan akun Instagrammu tidak di Private• Follow Instagram…
Tumblr media
View On WordPress
0 notes
chillinaris · 7 months ago
Text
Tumblr media
Jangan sampai dunia mencuri kelima hal ini darimu. Momen ketenangan bersama Tuhan. Berbakti kepada orang tua. Kebersamaan dengan keluarga. Berbuat baik dengan orang sekitar serta.. Ikhlas beramal.
2 notes · View notes
sastrasa · a year ago
Text
Ramadhan berkemas, bergegas untuk pergi
Gemuruh takbir berkumandang dari setiap sisi
Amalan-amalan yang terkumpul semoga dapat diterima di sisiNya
Dosa-dosa yang tercipta semoga dapat diampuni olehNya.
Dalam hari yang fitri,
Mari kembali ke fitrah diri,
Memaafkan orang lain juga diri sendiri.
Selamat ied fitri 1441 H.
Selamat berbahagia memaafkan orang lain juga diri sendiri.
- Sastrasa
34 notes · View notes
wanitabulan · 2 years ago
Text
Tentang Hidup.
Sebagai manusia kita memiliki tujuan hidup—yang sudah maupun belum ditentukan. Tak apa, tujuan hidup adalah proses dari setiap jejak kita.
Saya dan kamu mungkin tak memiliki pencapaian yang sama, sesederhana apapun pencapaian itu, semoga ia adalah tujuan mulia. Harapan besar saya kedepan dan selama saya hidup adalah untuk membagi dan memberi cinta walaupun terkadang saya merasa sedang tak memiliki cinta sama sekali.
Apapun tujuan hidup yang kita pilih, semoga selalu membawa kita pada kedewasaan, kebijaksanaan, hati yang besar dan selalu tetaplah sederhana.
Menjadilah kaya, batinmu. Bukan kekayaan yang dapat dihitung, sebab yang dihitung kelak habis. Menjadilah kaya, pikiranmu; dengan ketenangan dan kemarahan yang bijaksana.
Hari ini, redamlah segala kedagingan. Mungkin kau lelah menuju pencapaianmu, berhentilah sejenak, berdoalah—sebab doa adalah wujud dari cinta. Kau boleh berlabuh sejenak, menikmati hening dan merasakan hatimu sendiri.
Saya sering menidurkan diri karena terlalu lelah, sambil merasakan detak jantung yang masih berdebar—yang artinya saya masih hidup. Menyadari bahwa saya masih hidup, artinya saya masih harus terus dilanda kesalahan-kesalahan kecil maupun besar. Sejenak, dalam kelelahan dan detak jantung yang berderap, saya menyadari semesta dan Tuhan sedang mengajari saya untuk lebih kuat, dan menghargai setiap perjalanan hidup—juga setiap detak lain, setiap jejak langkah lain.
Tak cukup besar hati saya hari ini untuk menggenggam dan menjaga hatimu, pula untuk menjadi sempurna bagi hidup. Biarlah, saya belajar mengerti diri saya, agar saya bisa menghargai hidup yang lain.
Selamat, hari raya idul fitri.
Seluruh Cinta,
MELINDA RISA
Jakarta, 06 Juni 2019 00:29 AM
8 notes · View notes
secangkirasa · a day ago
Text
Hello, World!!
its been a long time.
Apa kabar dunia? Tumblr apakah masih sama dengan yang dulu? Sudah bertahun-tahun ga mampir ke situs ini. Bahkan mungkin sudah hampir lupa bahwa dulu pernah bersosialisasi disini. Banyak hal yang berubah, banyak hal yang baru. Tetap sibuk dengan dunia nyata yang makin terus membuat lelah dan penuh perjuangan setiap harinya.
Waktu terus bergulir tanpa peduli akan siapnya kita atau tidak terhadap perubahan. Belakangan ini jadi ingat masa dulu saat berada di Tumblr. Cerita-cerita manis, pahit, hal yang membuat nangis, konflik, kisah drama "cinta fitri" hingga pertemanan yang hingga kini masih terjaga, tiba-tiba jadi terlintas. Dulu ada community yang perlu dijaga hingga pada akhirnya bubar karena semua terlalu sibuk dan lelah. Menyadari bahwa kehidupan nyata lebih menyita waktu dibandingkan kehidupan maya.
Cerita-cerita itu akan terus diingat, ya karena itu merupakan bagian dari memory yang tidak akan bisa dilupakan dengan mudahnya kecuali di brainwash. Mungkin ada yang merindukan kisah lama tersebut tapi waktu tidak bisa dikembalikan. Semua itu hanya merupakan bagian dari kehidupan.
Teringat bagaimana dulu gabung di Tumblr itu karena seorang teman. Awal hanya coba-coba ternyata menarik dan kemudian gabung di grup Line. Hey, kamu apa kabar?
Hey, kalian yang dulu ada di KITA apa kabar? KITA JABODETABEK, KITA SUMATERA, KITA KALIMANTAN, KITA JATENG, KITA JATIM (dan lupa daerah mana lagi). Dari community kita belajar apapun bisa kita lakukan walau belum pernah bertatap muka secara langsung. Rindu saat-saat dimana kita sibuk berkomunikasi hanya untuk membuat sebuah majalah yang disebut KITA MAGZ, jika diingat kembali hal tersebut betul2 ajaib. Bagaimana bisa semua berkomunikasi untuk sebuah artikel yang bahkan kita ga pernah bertemu langsung. But, itu kisah tersendiri yang dibalik layarnya pun banyak drama.
Ya, itu kisah bertahun-tahun lalu yang kini cuma untuk dikenang dalam ingatan. Yang tidak akan terlupakan, yang akan menjadi kisah tersendiri, yang mengingatkan bahwa dulu kita pernah berjuang tapi gagal untuk mempertahankan. Mengingatkan bahwa kita pernah menjadi seseorang yang tidak kesepian karena disetiap harinya ada teman-sahabat yang selalu aktif saling menyapa.
8 notes · View notes
yasmijn · 8 months ago
Text
Review (ongoing): Love (ft. Marriage and Divorce)
Tumblr media
Lagi nonton ini, udah episode 14/16 tapi masih gak ngerti apa tujuan serial ini dibuat. Apakah mau mengkampanyekan bahwasanya semua laki-laki itu brengsek? Jangan menikah? Hm gimana, 작가 님? Mayan banyak spoiler jadi kalau sekiranya belum nonton dan gamau kena spoiler ya harap berhati-hati ketika membaca tulisan ini atau skip aja sekalian. 
Awalnya aku nonton karena ada harapan wow siapa tau kayak Sky Castle atau the World of the Married atau Graceful Friends atau Penthouse (apakah w sudah otw jadi ibu-ibu yang suka nonton sinetron dramatis macem Tersanjung/Cinta Fitri??), tapi hah bener deh ga ngerti maksud ceritanya. Ada tiga pasangan suami-istri yang jadi tokoh utama: satu pasangan umur 50 tahun yang udah bareng dari umur 19 tahun dan punya dua anak, satu pasangan yang punya anak umur 8 tahun, dan satu pasangan yang baru nikah tiga tahun. Suami mereka tiga-tiganya selingkuh. W curiga penulisnya cowok karena buat w cara penceritaannya bener-bener gak bisa w terima. Atau perempuan yang mau mengkampanyekan anti-pernikahan?? Kesel banget liat dua bapak-bapak paruh baya mengalami puber kedua terus ngedeketin cewek yang jauh lebih muda daripada mereka. Sok ganteng + sok mapan banget najis. 
Maaf terlalu menghayati.
Kalau si pasangan ketiga yang baru nikah tiga tahun, menurut w itu kasus yang keblinger menikah karena cinta, padahal ternyata si ceweknya terlalu alpha, gak mau ngalah sama sekali, egois, nyebelin. Banyak flashback kejadian dimana suaminya emang kasian sih. Gapernah dimasakin, pas sakit malah disuruh pindah tidur ke sofa karena dia gamau ketularan, suka nyuruh-nyuruh dan maksa, gapernah peduli sama yang suaminya mau, terus KASAR. Ya sis kalo masih kayak gitu mah mending hidup sendirian aja lah ato koempoel gebouw daripada nyakitin hati anak orang mulu. TAPI YA buat w sangat ga believable sih pas adegan si suami ini lagi hangout sama temen gym-nya (yang jadi selingkuhannya) terus mereka lagi keketawaan terus dia mikir “I wanna make you smile like this. Always.” HALACH.
Terus storyline si bapak-bapak dokter umur 44 tahun sungguhlah paling gak jelas dan agak ajaib. Dia punya ibu angkat yang lebih muda 19 tahun dari bapaknya dan emang penampilannya agak muda. Pas bapaknya mati, si dokter ini jadi DEKET BANGET sama ibu angkatnya terus jadi dipanggil NOONA PLIS WHAT IN THE WORLD. Duh plis freak banget, terus kayak berbalas gitu perasaannya karena dia bilang dia nikah sama si bapaknya karena mau membesarkan dia secara langsung? Grooming bund???? Gak cuma plot aneh anak angkat-ibu, dia juga selingkuh sama mbak-mbak gyopo yang dia temui di pesawat. Pas si bocah ini bilang kalo dia naksir dan yaudah gapapa jadi yang kedua, si bapak-bapak sok kecakepan ini bilang “But promise me that you will never ask me to choose between you and my family.”
HOEK.
Kalo cerita pasangan pertama yang 22nya udah umur 50 tahun, menurut w paling sedih sih. Si istrinya yang lebih banyak berkontribusi ke finansial keluarga, sampe bisa beliin si suaminya mobil bagus buat hadiah ulang tahun -_- dasar laki-laki gak tau diuntung. Saking sibuknya jadi ibu bekerja yang juga sangat ngurusin kedua anak dan suaminya, dia sampe gak punya waktu untuk ngurusin dirinya sendiri hiks. Terus pas si suaminya tiba-tiba minta pisah (awalnya gak ngaku selingkuh), dia cuma bilang ya terserah lah asal anak-anak gak tau. “We don’t bring them to the world to break their hearts.” HIKS IBU. Sedih banget pokoknya menurut w ini bapak-bapak yang sangat kurang ajar, udah gitu pas dilabrak sama anak perempuannya yang udah kuliah, dia masih berusaha membela diri dan semua argumennya sunguh ramashok. 
Masih ada dua episode lagi tapi jujur gatau bakal dibawa kemana -_- gak ada tuh plot twist-plot twist ataupun layered stories seperti empat k-drama yang kusebutkan di paragraf awal. Mana dragging banget lagi nih plot Seo Ban-ssi si kolega ketiga ibu-ibu ini di radio. Jujur masih diikutin terus karena bener-bener ga kebayang ini endingnya mau gimana. Dan apa sih maksud cerita ini coba tolong kalo ada yang tau bisa berbagi denganku hhh.
6 notes · View notes
ummuaiysah · a year ago
Text
Detik-detik Terakhir Ramadan.
Jika engkau mencintainya tak mungkin engkau rela melepasnya tanpa sebuah ungkapan cinta dan kerinduan...
Berkata Ibnu Rojab rohimahulloh:
"Bulan milik kalian mulai akan beranjak pamit, maka tambahlah amalan (sholihmu).
(Lathoiful Ma'arif 262)
~~~
Tumblr media
Dari hari pertama menatap langit fajar dibulan Ramadhan, sungguh tak ada langit yang lebih Indah selain di bulan penuh berkah. Terimakasih ayah, Alhamdulillah tepat menghadap jendela setiap hari Mentari terbit, menyinari wajahku dan menyaksikan betapa mewah saat-saat sunrise.
Aku terseyum, pada Mentari yang terkadang malu-malu menyapaku.
Burung-burung gereja beterbangan tepat di hadapan ku.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan menikmati Mentari, menghirup oksigen dan merasakan kenikmatan lainnya.
Sungguh tiada yang tahu kapan Allah mencabut semua nikmat, hingga manusia tak mampu lagi berkutik ketika telah dihadapkan dengan kematian.
Apakah bekal amalan sudah maksimal? Duhai diri, amalan saja bukanlah jaminan. Apalagi yang tak berbekal sama sekali. :"
Tak mengapa kita berlelah-lelah dalam memaksimalkan perbekalan menuju kehidupan yang abadi,
nanti ketika di hari Raya Idul Fitri kita pantas merasakan bahagia, dan haru yang sesungguhnya.
Tiada yang tahu, apakah bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan berikutnya. Maka maksimalkan yang ada hingga dititik darah penghabisan. Semoga setelahnya kita termasuk orang-orang yang beruntung.
Tumblr media
Lagi-lagi aku dihadapkan dengan sebuah kepergian:"
𝟤8 𝑅𝒶𝓂𝒶𝒹𝒶𝓃 𝟣𝟦𝟦𝟣 𝐻
95 notes · View notes
kontra-diksi · a year ago
Text
signifikansi perasaan dinamis
“cinta itu overrated, tau.” celetuk Langit siang bolong begini featuring waktu istirahat makan siang tak kunjung tiba.
fix. semesta sedang usil, ia tau persis kalau Bulan kedatangan kembaran biasanya bukannya akrab malah uring-uringan melulu. kenapa saat sedang kondisi sangat tidak oke begini, aku harus satu shift dengan Langit. bye.
aku menyisip sisa kopi yang kuseduh sejak pukul 8 pagi tadi, sudah dingin dan terlalu manis yang menyisakan aftertaste tidak enak, tapi aku terlalu mager untuk menyeduh satu lagi. karena sebenarnya toleransi kafeinku hanya satu cangkir per hari.
“Bul, lu nyimak gasi?” Langit tau aku paling benci dipanggil ‘Bul’
“iya iya Ngit, sebahagialu ajadah, gue acc.” tapi aku juga tau dia benci banget dipanggil ‘Ngit’, kayak walang sangit katanya.
“lu kenapa dah? kesel ya briefing tadi pagi minta rombak total desain drainase yang udah berhari-hari kita pusingin?” sumpah, di saat seperti ini aku ingin sekali menjadi iPhone saja, karena ada fitur ‘do not disturb’ yang bisa dinyalakan kapan saja aku sedang tidak ingin diganggu.
“cape. gue lagi dapet, lu pilih diem apa gue tabok?”
“lu tabok deh, tapi simak penjelasan gue ya?” benar kan? memang semua elemen semesta sedang berkonspirasi mengusiliku.
“iya, iya, ada apa Langit?” aku pasrah.
“cinta itu overrated tau. abisan kenapa semua orang pada masalahin cinta? kan banyak banget masalah yang lebih berat dari cinta? cari duit misalnya?”
“hmm, gak bisa dimutlakkin bener atau salah sih, Langit. kenapa semua orang pada masalahin cinta, sebenernya karena cinta mendasari banyak hal. misalnya cari duit, lu cari duit buat apa?”
“buat makan, bayar kontrakan, bayar cicilan Andromeda (nama motor barunya Langit), overall buat hidup deh, kalo ada sisanya ditabung”
“kenapa lu susah-susah kerja, kalo cari duit memang buat sekadar hidup, kenapa lu gak jadi maling aja?”
“wah bener juga, gak kepikiran gue, yaudah besok gue resign abis itu jadi maling aja.” Tabokan pertamaku mendarat di lengan kanan Langit.
Aku menyimpul senyum, ternyata meladeninya memperbaiki moodku yang buruk seharian. “Lu gak jadi maling, karena gak mau bikin malu diri lu sendiri, dan orang tua lu kan? Apalagi Awan noh, masih kelas 6 SD, bayangin malunya dia kalo liat kakaknya masuk headline news jadi maling.”
“cinta yang bikin lu bersedia berjuang, mencari jati diri dan impian lu, entah buat diri sendiri, orang tua, adik, pacar, calon pasangan hidup, bahkan buat Andromeda deh. signifikansi perasaan dinamis ini yang mendasari sebagian besar cara kita menghidupi hidup.” lanjutku, yang disusul Langit semakin plonga-plongo. “masalah lain deh contoh, sewaktu lu gagal lagi seleksi beasiswa S2 ke Amsterdam untuk ketiga kali. sakit kan?”
“iya. tapi gue gak akan berhenti, tahun ini gue coba lagi.” tegas Langit.
“kenapa? Padahal berhenti juga lebih mudah, kan, Lang. lu rajin ngedraft, dan selalu punya cara ajaib buat menang tender. Tahun depan bisa-bisa gaji lu udah dua kali lipat yang sekarang. Kalau masalah hiduplu sekadar cari duit, bukannya ini sudah diringankan?”
Langit tersenyum, sambil menatap dalam mataku. Di saat seperti ini aku ingin sekali bilang kalau aku sudah sejak lama jatuh cinta padanya, tapi nanti sajalah. Aku nyaman terjebak dalam signifikansi perasaan dinamis yang kupunya. Dengan begini, aku jadi tidak akan menuntut apa-apa darinya, toh jodoh tidak kemana.
“jadi cinta gak overrated dong?” simpulnya sedikit bersedih, mengetahui kalau pendapatnya tidak 100% meyakinkan lagi.
“ya kalo cinta yang lu maksud adalah cinta fitri, ya overrated deh.”
Langit tertawa, tanpa kuduga. Karena lawakanku terkenal garing, aku senang sekali dia tertawa.
“siap Bulbulbul, hari ini kita go-food apa? lu pingin apadeh gue ngikut.” masih menyebalkan ternyata.
“fix nasi padang! gue pake paru ya, terus sambel ijonya di skip. Lu pesenin gue mau ngecek P23 dulu.” lanjutku seraya memakai sepatu safety dan helm proyek, menuju wilayah yang berada di bawah tanggung jawabku.
postscript:
Tumblr media
Tuhan, kalau memang menurutMu belum waktunya Langit melangkah lebih dekat ke mimpinya dengan melanjutkan kuliah di negeri yang ia idamkan sejak belia, tolong beri Langit hati yang kuat, serta tekad dan semangat yang tak pernah luntur. Aamiin.
28 notes · View notes
triastariirfiani · 11 months ago
Text
Refleksi 2020-
365 Hari terlewati, waktu yang cukup panjang untuk sekedar mengingat setiap detik yang telah dilakukan lalu berakhir pada pertanyaan “apakah tahun ini lebih baik daripada tahu kemarin?” Kemudian kubuka rincian note resolusi 2020, buku agenda setiap hari, serta rangkaian memori yang tak sempat terabadikan dalam sebuah tulisan. Kalau ditanya makna 2020 buat saya apa? Maka dijawab Alhamdulillah ‘ala kulli haal, tahun belajar menaklukkan diri sendiri.
2020 saya yakin tahun yang berat bagi sebagian orang ditambah dengan hadirnya sebuah wabah pandemic global yang merubah kehidupan 360 derajat. Namun tak apa, saya yakin Allah melihat kita semua mampu hadapi makanya ujian ini ditimpakan kepada seluruh makhluknya.
2020 bisa disebut sebagai tahun belajar tentang penerimaan setelah beberapa rencana harus tertunda karena situasi dan kondisi yang tak memungkinkan, tahun kesabaran setelah beberapa kehilangn pekerjaan atau di PHK dan tak  tahu harus makan apa untuk hari esok, tahun belajar banyak hal tentang digital dan belajar untuk focus disetiap keadaan. Apapun itu saya tetap berterima kasih kepada-Nya atas segala yang telah diberikan ditengah keterbatasan, kepada keluarga yang selalu mensupport, kepada sahabat yang memberi warna, kepada siapapun yang telibat dalam proses ini. Berikut saya merangkumnya:
Januari: Awal tahun ini saya awali dengan kenekatan pergi ke kampung Inggris Bersama seorang rekan untuk mengisi waktu libur selama 2 pekan. Disana saya kembali belajar disiplin Bersama orang-orang baru dan pulangnya bertambah lagi teman baru yang ternyata punya visi dan misi yang sama. Di akhir bulan dengan beberap pertimbangan memilih mata kuliah yang sebagian teman justru lari darinya dan akhirnya membuat saya berkecimpung di dalamnya lalu berakhir dengan mengambil topik tesis yang sama.
Februari: seperti tahun sebelumnya, rupanya Allah masih memberikan kesempatan saya untuk hidup, berbuat banyak hal, dan bersyukur di bulan kelahiran menurut calender masehi. Bertemu teman lalu mencari berbagai informasi conference LN dengan target bisa kesana bersama. Hari-hariku dilalui dengan history web yang hampir sama setiap harinya.
Maret: Jarang sakit tiba-tiba Allah berikan ujian sakit selam satu pekan. Dan bertepatan dengan awal Covid-19 di Indonesia. Pengetahuan tentang penyebaran virus ini masih minim yang dimana sekarang saya ketahui bahwa gejala yang terjadi ketika itu menghampiri Covid. Alhamdulillah bisa cepat pulih. 16 Maret kampus mengumunkan untuk kuliah daring, minggu ketiga dengan bismillah menyusun rencana baru dan jadwal rutin yang semuanya harus dilakukan dari kosan.
April: Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih untuk pulang membersamai ummi di Rumah, merasakan yang Namanya isolasi mandiri. Survivor Covid pasti tahu bagaimana sulitnya isolasi mandiri dan edukasi kepada lingkungan yang 90% mengatakan Covid itu konspirasi. April dengan kesibukan amanah dan kuliah daring.
Mei-Juni-Juli-Agustus-September-Oktober: Puncak belajar tentang adaptasi, adaptasi menjalankan tanggung jawab di kepengurusan, rapat online dengan jaringan yang sering tidak stabil, kuliah di depan rumah di bawah pohon rambutan disertai suara bising kendaraan yang lalu Lalang, ketika hujan tiba koneksi terputus dan absen kuliah. Sekaligus bulan-bulan Panjang berbakti kepada Ummi, memecah rekor terlama di rumah setelah sejak memutuskan merantau. biasanya pulang paling lama 2 pekan. Hingga seringkali mendapat pertanyaan jika bertemu tentangga “Irfi masih disini, belum pulang ya?”., mungkin karena saking lamanya :D
Hari-hari yang kulalui di depan laptop untuk kuliah, ngerjaiin paper, proposal, webinar dari satu link ke link yang lain, handel kerjaan organisasi dll,  memilih untuk stay di rumah dan tidak memberi kabar ke siapapun kalau sedang ada di rumah demi menghindari ajakan pertemuan yang pasti akan berakhir dengan meetup di suatu tempat.  
Bulan-bulan dimana saya begitu merasakan momentum Ramadhan penuh cinta dan kasih, Idul fitri dan Idul adha dari rumah, sholat berjamaan Bersama kakak dan ummi, belajar masak yang selalu gagal tapi tetap diapresiasi oleh seisi rumah, wah terharu saya. Serta mengikuti program hafalan yang sedari dulu saya inginkan tapi tak pernah terealisasi karena harus nginap sedang Ramadhan masih tetap kerja. Masya Allah.
September-Oktober: Yey kedatangan keluarga baru ketika kakak memilih menyempurnakan separuh agamanya. Di tengah sibuknya persiapan lamaran dihari yang bersamaan saya harus mengikuti conference via daring. Ketika semua sedang sibuk saya diberikan kesempatan bersemedi dalam kamar menyelesaikan presentasi.
Detik yang berlalu setiap harinya mengajarkan saya arti keluarga yang sesungguhnya. Menyaksikan secara langsung berbagai pengalaman dalam mengambil keputusan, siapa yang bertahan dan memilih pergi.
November: ini momen saya berani mengambil keputusan kelas online berbayar untuk investasi leher ke atas setelah diskusi dengan diri sendiri bahwa saya membutuhkan kelas tersebut. Selanjutnya izin untuk kembali ke sini belajar, tak ketinggalan deraian air mata meninggalkan bandara. Kembali menata tujuan-tujuan yang sedang mepet deadline dan harus tertunda beberapa bulan kemarin. Diantara yang paling membuat sedih adalah “Bagaimana rasanya  menjadi ummi yang ditinggalkan oleh anak-anaknya? Bagaimana jika ummi sakit dan sendiri di rumah? Serta berbagai kekhawatiran lainnya yang selebihnya hanya mampu kuurai dalam doa bahwa Allah sebaik-baik penjaga.
Desember: akhir bulan disertai perpisahan dengan rekan kepengurusan organisasi. 1) Kabinet Prestasi Keluarahan demisioner, 2) FMDK LPJ tengah periode, 3) Himmpas pun demisioner. Mengakhiri dengan sibuknya persiapan LPJ-an dan mengenang bahwa amanah ini rasanya cabinet online.  Ahh tapi saya senang, allah masih melibatkan dalam project kebaikan Bersama dengan sahabat-sahabat yang memiliki visi dan misi yang sama yang bukan hanya orientasinya untuk dunia tapi juga untuk akhirat. Ditengah bulan alhamdulillah saya bisa ujian seminar proposal setelah sebelumnya nangis karena perubahan judul secara tiba-tiba, kemudia berlanjut dengan survey lokasi penelitian yang tentunya ada kendala juga di sana. Tapi apapun itu masih banyak hal yang harus disyukuri dibandingkan ujiannya.  Masya Allah kuasa allah memang selali luar biasa.
Rangkaian peristiwa tahun 2020 adalah aplikasi dari ilmu yang selama ini diajarkan, dari ruang kelas, ruang tarbiyah oleh para gurunda, ruang majelis-majelis ilmu yang senantiasa didoakan oleh malaikat dan memang sudah waktunya untuk action.  Kalau kata mba Avina…pada akhirnya ilmu (memang) akan lebih banyak didapat di luar sistem sekolah formal. Uniknya, ilmu kehidupan tak jarang dilalui dengan tahapan ‘abnormal’; praktik dulu baru belajar teorinya, kemudian akhirnya paham (walau seringkali masih harus ‘remedial’ di ‘pelajaran’ yang sama). That’s right mba!
Terakhir, untuk 2020 saya mau mengucapkan terima kasih kepada diri saya.
Terima kasih telah berjuang sampai saat ini, terima kasih karena selalu berusaha berpikir positif untuk setiap rencana yang kadang tak sesuai ekspektasi, untuk ruang penerimaan atas hal yang awalnya berat untuk kamu lepaskan, untuk selalu bersyukur disetiap hari . Terima kasih selalu berusaha bangkit tiap selalu ingin menyerah pada keadaan. terima kasih sudah melangkah sejauh ini dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.Terima kasih untuk tidak lagi membanding-bandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain. Terima kasih sudah bersedia menerima dan memaafkan diri sendiri.
Saya percaya kamu kuat. Jangan lupa untuk selalu luruskan niat, doakan orang-orang baik yang selalu ada di sekitar mu. Teruslah bertumbuh dan berdampak untuk hal yang baik. Perjalanan kita masih panjang dan akan semakin menantang, tapi saya yakin, kita bisa melewatinya :)
Deslaimer: Dalam kalander hijriyah kita masih berada dipertengahan tahun yaitu 16 Jumadal Awwal 1442 H.
Yogyakarta, Desember 31 th 2020
8 notes · View notes
reflections-things · 8 months ago
Text
Tumblr media
✍author : Fitri Susanti
Jatuh cinta.
Hati berbunga, senyum merekah, bak seperti menjadi ratu dalam jeda waktu.
Mengabadikan ditiap moment bersama, rasa-rasanya tidurpun enggan berlama - lama.
Menyapamu ditiap pagi dengan ucapan,"Selamat pagi sayang." Menjadi rutinitas harianku yang selalu ku rindukan.
Menunggu waktumu pulang, bertanya,"how's your day?" Menjadi salah satu hobi malamku sampai menjelang kantukku bersemayam.
Jatuh cinta indah pada waktunya.
Harus siap siap jatuh dalam memberi cinta?
Atau, harus siap siap jatuh karna terlalu mencinta?
Hal yang selalu kutakuti, hari ini terjadi..
Hari ini ku dengar kabar, setelah lama menghilang, ku kira kabar baik akan terdengar..
Hari ini ku lihat tampilan gambar, dua orang kekasih yang saling berbahagia satu sama lain.
Namun kekasih yang terlihat adalah milikku yang belum jelas kapan berpisah denganku.
Hari ini aku merengkuh erat dadaku yang kini sesak,
Hari itu aku merenung, memilah banyak hal kesalahan di masa lampau.
Hal apa yang sudah pernah ku perbuat?
Hal apa yang sudah pernah ku utarakan lalu membuatmu kecewa ?
Banyak hal aku pikirkan, sampai buntu dalam pikiran.
Banyak tangis yang terurai, banyak ucapan manis yang dulu sempat ku terbuai..
Menyalahi diri adalah hobi tiap orang yang sedang patah hati..
Mengutuk diri karna tidak bisa bersama orang yang dicintai, adalah kebiasaan orang yang telah disakiti..
Beberapa orang terdekat datang menyemangati, tapi diri sendiri ntah kapan akan terus meratapi..
Banyak hal baik terasa sia sia pergi..
Banyak kata kata buruk yang meminta untuk disepakati..
Jangan salahkan kami yang mencukupkan diri untuk enggan memulai lagi..
Jangan beri kami klarifikasi, karna apa yang terlihat sudah meninggalkan sesak yang pasti..
Perihal janji, mungkin kalau sudah aku susun sedari dulu, sudah mendekati jatuh tempo dalam waktunya..
Orang mudah membuat janji ketika senang, apalagi sedang mabuk kepayang..
Aku tidak menyalahkan, namanya juga manusia, berjanji dan membual sulit dibedakan..
Mungkin jadi pelajaran mendalam,
Janji seseorang bukan jadi pegangan dalam hubungan, melainkan hanya sekadar kata kata sementara untuk menenangkan bukan berarti akan berakhir menyenangkan
^-^
4 notes · View notes
manojpunjabi · 22 days ago
Text
Untuk pertama kalinya, kami akan memberi 2 pilihan untuk mengakhiri Cinta Fitri season 1! Ending kisah Fitri dan Farel ada di tangan kalian…
Untuk pertama kalinya, kami akan memberi 2 pilihan untuk mengakhiri Cinta Fitri season 1! Ending kisah Fitri dan Farel ada di tangan kalian…
Semalam lagi nonton Cinta Fitri tiba-tiba kepikiran ide seru nih! Kalian pernah gak kepengen merubah atau menentukan ending dari sebuah series? Untuk pertama kalinya, kami akan memberi 2 pilihan untuk mengakhiri Cinta Fitri season 1! Ending kisah Fitri dan Farel ada di tangan kalian… Stay tuned untuk updates mengenai pilihan ending tersebut! ManojPunjabi #ProducerLife #WeTVIndonesia…
Tumblr media
View On WordPress
0 notes
chillinaris · a year ago
Text
Tumblr media
Mungkin kita berjauhan, tetapi hati sudah saling merindu, dan jiwa tetap berhubungan, berbincang-bincang dan bersilaturahmi apapun caranya.
Yang penting adalah kita masih bersama seperti tiap tahun bahkan lebih dekat #penyembuh_jiwa.
2 notes · View notes
fitrisafira · a year ago
Text
Untuk Nicholas Saputra
Halo Mas Nico,
Perkenalkan, saya Fitri. Saya ngefans banget sama Mas Nico. Sama lah, kayak anak perempuan 90an lainnya, pasti banyak banget tuh yang ngefans sama Mas Nico. Dan, sama juga kayak perempuan seumuran saya, kami semua mengenal Mas Nico dari film AADC.
Waktu film AADC keluar tahun 2002, umur saya 11 tahun. Saya masih kelas 6 SD waktu itu. Teman saya pada waktu itu cerita di sekolah, bahwa dia abis nonton film AADC bersama sepupunya di Depok. Dia menambahkan, aktornya namanya Nicholas Saputra, dia jadi Rangga di film AADC, ganteng deh!
Malam harinya, saya bilang ke Bapak saya, “Kita ke bioskop yuk, nonton AADC.” Sayangnya, Bapak saya waktu itu bilang, “Itu kan film anak SMA, kamu masih SD, belum saatnya nonton film kayak gitu.”
Saya hanya bisa manyun sambal memendam kecewa.
Perjumpaan pertama saya dengan Mas Nico akhirnya terjadi waktu saya SMA. Waktu itu, saya nonton film Gie dan Janji Joni dari DVD yang saya pinjam dari teman sebangku saya waktu SMA, namanya Dyah Ayu. Setelah nonton dua film itu, saya teringat kata-kata teman SD saya. Dia nggak bohong. Nicholas Saputra emang ganteng banget. Sejak saat itu saya memutuskan untuk mengidolakan seorang Nicholas Saputra.
Tapi, perlu dicatat bahwa saya bukan hardcore fans yang memajang poster Mas Nico di kamar, atau bikin kliping tentang berita-berita Mas Nico. Saya bahkan nggak pernah langganan majalah remaja. Saya ngefans, mengidolakan Mas Nico, sekadarnya aja. Sebatas bahwa Nicholas Saputra itu tampan, dan berbakat, dan berpendidikan. That’s it.
Waktu saya SMA dan kuliah, film Indonesia lagi jelek banget. Isinya kebanyakan film horror murahan, atau film drama nggak mutu. Saya pun jarang mengekspos diri saya dengan film-film Indonesia di bioskop. Dan akhirnya, saya pun melewatkan beberapa film Indonesia yang sebenernya bagus. Semisal, 3 Hari Untuk Selamanya. Film ini baru saya tonton tahun 2013. Saya copy film tersebut dari teman saya, yang sekarang sama-sama sedang S3 di Amerika. Awalnya saya ragu, tapi dia—yang seorang antropolog bilang, “Bagus kok ini, lu tonton aja.” Dan emang beneran bagus.
Nonton film 3 Hari Untuk Selamanya bikin saya inget sama mantan saya yang anak ITB. Mungkin, karena salah satu latar film tersebut adalah Bandung. Waktu nonton film ini, saya sedang berada di penghujung masa S2 saya. Sedikit banyak saya bisa relate dengan Ambar, gimana beratnya menghadapi ketidakpastian masa depan. Beruntungnya Ambar, dia punya Yusuf buat jadi temen cerita. Saya juga beruntung, saya punya Aldrin, teman ngobrolin hal-hal mendalam yang sayangnya, setelah saya menikah… kita udah nggak pernah ngobrol lagi. Duh, jadi kangen Aldrin.
Anyway… Aldrin pula lah yang waktu itu cerita ke saya kalau di TIM XXI lagi ada film Mas Nico sedang tayang. What They Don’t Talk When They Talk About Love. Ini film yang bener-bener bikin hangat di jiwa, seriusan. Saya nonton film itu sendirian, waktu itu. Kebetulan TIM dengan kampus saya deketan banget, jadi pulang kuliah bisa jalan kaki melipir sebentar ke TIM buat nonton. Beberapa hari setelah saya nonton film itu, saya ketemuan sama Aldrin. Dia cerita, dia juga udah nonton film itu. Sen-di-ri-an. Ha ha. Entah kenapa, di tahun-tahun itu, saya ngerasa nyambung banget dan nyaman banget sama Aldrin. I think he was my person. Meskipun akhirnya saya paham sih, waktu itu kita jadi deket karena circumstances kita lagi mirip. And that I wasn’t his person.
Setahun kemudian, waktu itu saya udah lulus kuliah udah bekerja. Tahun 2014. Film Pendekar Tongkat Emas lagi main di bioskop. Di suatu Sabtu sore, saya naik angkot dari rumah saya ke bioskop terdekat buat nonton film itu. Kenapa saya nonton film itu? Karena ada Nicholas Saputra. Tapi, entah kenapa, film ini tidak meninggalkan impresi apa-apa buat saya. Beda dengan film sebelumnya dimana Mas Nico berperan jadi Edo.
Dua tahun kemudian AADC 2 tayang di bioskop. Di film ini, saya berpikir, asli, ini Cinta bucin abis. Awalnya saya mikir film ini bakalan berakhir pahit, seperti kebanyakan film garapan Makoto Shinkai. Macam, you’re too late, Rangga. Cinta udah sama orang lain. Tapi, rupanya Riri Riza masih berbaik hati buat ngasih ending yang bikin para hardcore fans Cinta-Rangga bernapas lega.
Okay. Sampai di sini saya mulai berpikir, fase dewasa awal saya kayaknya banyak dihiasi oleh filmnya Nicholas Saputra. 2016 saat film Aruna dan Lidahnya main di bioskop, saya nonton film tersebut sama suami saya. Dia bilang, “Itu Dian Sastro cakep yah,” sementara saya menimpali dengan, “Gila, Nicholas Saputra ganteng banget.”
Kami memang anak 90an banget.
Terinspirasi dari film tersebut, pada tahun 2018, kami—saya dan suami saya, roadtrip Jakarta-Bali. Dan sepanjang perjalanan, di tiap kota yang kami singgahi, kita mampir untuk nyobain makanan khas daerah yang otentik. Dari roadtrip itu kemudian lahirlah roadtrip-roadtrip berikutnya di tanah Paman Sam.
Tahun 2019, Mas Nico pernah mampir ke kantor saya buat ngasih kuliah tentang isu lingkungan hidup. Sayangnya, waktu itu saya lagi ke klinik vaksin buat melengkapi immunization record agar comply dengan persyaratan kampus tempat saya akan sekolah S3. Waktu itu, semua teman saya bragging, “Ada Nicholas Saputra loh tadi,” “Aku udah foto bareng Nicholas Saputra loh,” “Ya ampun, dia tuh aslinya ganteng banget.” Paling epic adalah, rekan kerja saya yang merupakan psikolog senior, dia bilang, “Ini Nicholas Saputra introvert banget, keliatan dari gesturnya, tatapan matanya, ekspresinya.”
Wow.
Saya hanya bisa mendengarkan sambil memendam kecewa, seperti saat saya nggak dibolehin Bapak saya nonton AADC di bioskop.
Saya jadi membayangkan, misalnya semesta mendukung, mungkin saya akan bertemu dengan Mas Nico ketika Mas Nico lagi hiking di Yellowstone sendirian di musim semi. Perjalanan menuju puncak bukit, yang sebenarnya merupakan perjalanan menuju ke dalam diri. Atau, di Central Park NY, ketika Mas Nico lagi duduk sendirian sambil baca buku di musim gugur. Atau, di Seattle, ketika Mas Nico duduk sambil minum kopi di salah satu kedai kopi indie kekinian. 
Hampir seribu kata saya tulis. Seandainya menulis paper semudah menulis surat ini.
Saatnya saya menutup surat ini. Terima kasih banyak Mas Nico, karena telah sesekali hadir menemani perjalanan dewasa awal saya. Best of luck untuk Paranoia!
7 notes · View notes
ahmadgzaki · a year ago
Text
Menunggu pulang
@ahmadgzaki
Lebaran akhirnya datang. Ia hadir membawa kesenangan dan kepiluan. Senang sebab inilah hari kemenangan di mana umat muslim kembali fitri. Pilu, sebab bulan suci yang penuh ampunan-Nya telah meninggalkan kita semua.
Saat umumnya orang-orang bersukacita bersama sanak-famili, sebagian mungkin merasa sesak di dada. Ada rindu yang tak terbalaskan. Ada cinta yang tertahan. Ada luapan perasaan yang tak bisa dilampiaskan karena terhalang jarak dan kebijakan untuk mencegah tersebarnya penyakit mematikan.
Beginilah situasi di tengah pandemi. Demi kelangsungan hidup sesama, kita harus rela menetap di rumah atau di manapun kita berada setelah protokol ditegakkan. Nekat keluar hanya untuk bersenang-senang dapat mengancam nyawa sendiri dan orang lain. Belum cukupkah berita meninggalnya anggota keluarga karena tertular anaknya sendiri?
Kalian yang tengah melewati Ramadan seorang diri hingga tiba Idul Fitri, percayalah. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang tetap berjuang meski dilanda kesulitan; tetap taat dalam kondisi rentan maksiat; dan berusaha ikhlas dengan segala cobaan.
Lagi pula, di manakah rumah yang sesungguhnya itu? Orang tua? Kampung halaman? Apartemen mewah?
Tak lama lagi, kita semua akan pulang untuk selama-lamanya. Banyak dari kawan kita di dunia telah mendahului, entah lebih muda atau sudah lanjut usia.
Sebelum kepulangan yang sebenarnya, mari berdoa agar mampu memberikan kebermanfaatan di manapun kita berada. Baik di rumah, lingkungan pertemanan, maupun saat sedang sendirian.
Agar nanti ketika sudah tiba waktu kita, hanya ada perasaan lapang yang memenuhi dada. Semoga tempat reuni kita kelak berada di surga-Nya.
44 notes · View notes
sajaksore · a year ago
Text
11. Pamit (Last Chapter)
'Mama ridho kalau aku resign dan belum dapet kerja?'
'Mama ridho nak. Kalau kamu belum dapet kerja, kita bisa pake tabungan mama pergi haji dulu sementara kamu cari kerja. Daripada mama harus liat anak mama mengigau dalam tidur terus setiap malam. Rezeki Allah yang ngatur.'
'Iya ma.'
'Kamu harus ikhlas dengan semua yang sudah kamu lakukan untuknya ya nak. Selama ini kamu terlalu bergantung padanya, mengejar cintanya sampai lupa bahwa yang sebenarnya harus kamu kejar adalah cinta Allah. Jadiin pelajaran, ambil hikmahnya. Mulai dengan yang baru'
Sebentar lagi lebaran dan meski hubunganku tidak lagi sehangat dulu aku masih nengirim text padanya.
'Assalamu'alaykum. Abang, mau lebaran ada yg bisa adek bantu? Abg butuh apa? mau apa kasi tau adek ya.'
'Nanti aku main ya kalau lebaran'
'Bener ya'
'Iya'
Tau bahwa abang mau datang, mama yang tadinya hanya akan masak opor saja, langsung pergi lagi berbelanja untuk memasakkan yang lainnya seperti sayur dan rendang. Tadinya karena hanya tinggal berdua, kami hanya akan masak yang simple saja.
'Kenapa mama masih mau masakin abang?'
'Karena Allah nak. Jujur saja, mama tak mau punya menantu seperti itu. Tapi, berbuat baik saat orang tersebut tidak berbuat baik pada kita, itulah yang paling sulit. Jangan berharap diterimakasihi, jangan berharap dibalasbudi-i. Sakit kalau terlalu banyak berharap ke makhluk'
Malam takbiran, ku kirim kembali pesan padanya
'Assalamu'alaykum
Selamat hari raya aidil fitri abang, semoga Allah yang Maha Baik menerima semua amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita serta diperkenankan untuk bertemu dengan ramadhan kembali tahun depan.
Karena sejatinya ramadhan akan selalu datang, kita yang belum tentu menyertai. Maafin adek banyak salah sama abg. sikap yg sering tidak menaruh hormat pada abang. Kata-kata yg kurang berkenan, dan maafin krn terlalu berisik untuk hidup abang yang tenang.
Kapanpun dan apapun yang abang butuhkan, adek akan siap bantu dan akan selalu mengusahakan yang terbaik yg bisa adek lakukan untuk abang'
Dan pesan ini tidak dibacanya hingga 10 hari kemudian. Kucek setiap hari belum terbaca hingga dihari ke 10 setelah lebaran. Aku salah memilih orang untuk kucintai. Aku pantas mendapatkan yang lebih sopan dan lebih bisa menghargai setiap kasih dan sayang yang aku berikan. Memang inilah balasan yang pantas untuk manusia yang memuja manusia. Sakit dan perih. Tidak sepantasnya cinta sedemikian hebat ini diberikan padanya. Keputusanku makin mantap, aku semakin kuat untuk pergi.
Beberapa hari sebelum lastdayku, aku mendapat panggilan interview diperusahaan lain dan aku mendapatkan pekerjaan itu. Jabatanku juga lebih tiggi daripada yang sebelumnya. Ini adalah pelangi dari badai yang kemarin kuhadapi.
Sungguh hingga saat ini hatiku masih sangat perih mengingat betapa terpuruk dan hancurnya aku saat itu. Aku memakinya. Kubilang ia bedebah, ku panggil ia bangsat, ku sebut ia brengsek tapi tak kuasa kubendung air mataku saat aku mengadahkan tangan disetiap sholatku, disetiap sepertiga malamku 'ya Allah yang Membolak balikkan hati, hilangkan perasaan ini kepada abang ya Allah. Ampuni segala dosa-dosa abang, jauhkan abang dari marabahaya, dekatkan ia kepadaMu, hapuskanlah segala kegundahan dari hatinya'. Bahkan saat tulisan ini ku posting, aku masih meminta hal itu. Bahagianya bukan denganku. Tapi aku berharap ia selalu bahagia. Semoga ia tak pernah merasa apa yang aku rasa.
Hari terakhirku akhirnya tiba. Ku foto mushola tempat aku bertemu dengannya, kubikel-kubikel tempat dulu kami saling tersenyum dan menyapa diam-diam diantara puluhan pasang mata yang memandang, lorong dimana ia pernah menanyakan nomor ponselku, parkiran mobil tempat ia selalu memarkir mobilnya, ruangannya, dan semua tempat tentangnya. Aku masih tak rela meninggalkan pekerjaanku yang sangat nyaman dengan orang-orang yang semuanya baik dan bos yang sempurna. Tapi, undur diri adalah harapan ku untuk sembuh. Kupikir, aku dan abang bisa mengakhirinya dengan baik-baik saja di bulan agustus nanti. Ternyata ini lebih cepat dari yang kami rencanakan.
Allahku, jaga abang untukku.
'Dear abang,
Abang sudah senang skrg. ga akan ada lagi pemuja rahasia yang selalu menaruh hadiah-hadiah kecil dimeja kerja abang, yg selalu memperhatikan abg diskusi dari belakang, yg selalu melihat abg sholat, yg tiap hari memastikan abg sehat dan masuk kerja, yang tau abang suka makan apa dan minum apa dari keseharian abg makan di kantin, yg bahkan tanda tangan abg d copy banyak-banyak dan dimasukkan kedalam jurnal hariannya. Sebanyak itu adek cinta kepada abang. Perempuan gila ini akhirnya pamit dr pandangan abang. Maaf ya selalu jd beban abang.
Berbahagialah sampai akhir hayat abang. Adek pamit.
Adek memaafkan abang.'
Kutulis surat ini untuk abang namun tak pernah kuhantar. Ah, sesuatu yang sudah tak berguna memang sudah seharusnya dibuang bukan?
Aku melangkahkan kakiku menuju parkiran dengan air mata yang mengucur deras. Ternyata seperti ini akhirnya. Meminta hatinya, takkan pernah dua kali kulakukan.
Ponselku tiba-tiba berbunyi. Pesan masuk dari abang 'dek, gimana kabarnya? Boleh abang minta tolong?'
Season 1 tamat...
Teman-teman, tinggalkan sedikit semangat untukku dikolom komen. Tokoh aku tidak sekuat itu. Bahkan waktu dan jarak tak menjanjikan kesembuhan. Terimakasih untuk semua yang telah membaca cerita ini :) semangat dari kalian begitu berharga.
Sajaksore
29 notes · View notes
megloryworld · 10 months ago
Text
Malam jumat, mungkin untuk ke tiga kalinya dalam hidupku. Tuhan menghadirkan kabar duka nan muram, aku tidak tahu malaikat atau setan yang menyampaikan. Semua sudah terjadi, tidak ada yang bisa dirubah. Hanya bisa dijalani, seperih apapun.
Aku tidak menyangka Tuhan mengelilingi kehidupan seperti ini, berkaitan dengan orang yang aku cinta. Gelap. Lagi-lagi aku tidak bisa apa-apa dan tidak becus mencintai. Entah aku memang aku tidak mampu atau aku munafik tidak ingin menjadi sok pahlawan, bahkan menjelma menjadi malaikat pembawa janji kedamaian dan kebahagiaan.
Posisiku sudah tertakdirkan menjadi teman. Teman cerita kehidupan nyata yang gelap.
Tuhan, pintaku satu. Berilahlah mereka cahaya.
kamis malam jumat, 21 januari 2021
22:20 WIB
Pulang malam habis dati kost kak palung
Bingung mau apa gak bisa apa apa juga. Masih dalam dugaanku, mendapat kabar dari mas Hardi kalau adiknya membuat kecewa yang paling kecewa. Pasrah yang paling pasrah. Sesuatu yang juga tidak menyangka terjadi jua. Hal yang aku takutkan ketika idul fitri kemarin bahwa adikmu berhubung dengan orang punk.
Entahlah, masih selerti mimpi tapi sudah terlanjur aku ini bukan siapa-siapa.
Usahaku sekarang cuma satu, tidak menambahi beban pikiran.
Tumblr media
3 notes · View notes
kholiifrosyida · 6 months ago
Text
"Gapapa loh cewek maju duluan. Yang penting jangan mengemis cinta." - Om saya
Idul Fitri, 13 Mei 2021
1 note · View note
kikyamci · a year ago
Text
Ini kisah si fulanah, yang tidak ingin disebutkan namanya. Semoga kisahnya dapat membuat kita lebih membuka mata, melapangkan dada, dan lebih menghamba. Tentang betapa cinta Allah itu luar biasa.
Ramadan 1441 H lalu, ia membuat resolusi dalam hidupnya. Ia terus mendo'a supaya Allah jadikan ia ke dalam golongan hamba-hamba Nya yang senantiasa bersyukur dan golongan hamba-hamba Nya yang senantiasa mendirikan sholat malam saat manusia masih tertidur pulas. Impian itu bermula saat ia membaca sebuah hadist,
Turmudzi meriwayatkan hadits dari ‘Ali ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh di dalam surga ada ruangan. Bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Tempat itu disediakan oleh Allah Ta’ala bagi orang yang memberi makan, melembutkan ucapan, berpuasa, dan melaksanakan shalat malam sedangkan waktu itu manusia tidur.”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnad.
Fulanah terus mendoa, meski ia menyadari hanya hitungan jari ia bisa menangis dalam do'anya. meminta penuh sungguh pada Rabbnya.
Ramadan berlalu. Hari kemenangan memang tak semeriah biasanya. Pandemi memaksa rindu harus dibeku. Allah sepertinya hendak mengajari bahwa tiada kebersamaan abadi di dunia. Namun, Maha Baik Allah, dijanjikan kelak di akhirat dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai.
Beberapa hari pasca Idul Fitri, fulanah jatuh sakit. Demam tinggi, sakit kepala, batuk-batuk. Ia hanya bisa berbaring meski badannya sudah pegal-pegal karena over tidur. Hingga suatu moment ia kembali mengingat, tentang kisah nabi Ayyub alaihissalam. Allah uji dengan sakit yang sangat menjijikan hingga ditinggalkan istri dan anak tercinta. Tapi tiada yang keluar dari lisannya selain dzikirullah sebagai salah satu wujud syukurnya atas nikmat yang Allah berikan jauh melebihi sakit yang dirasakan. Hingga akhirnya, nabi Ayyub alaihissalam Allah sembuhkan. Dikembalikan kepadanya istri dan anak-anak yang dulu meninggalkannya.
Fulanah pun berpikir, sakitnya tidaklah seberapa dibandingkan sakit nabi Ayyub alaihissalam. Tapi lisannya masih jarang dibawa berdzikir. Bukankah dzikir salah satu bentuk syukur? Bukankah benda-benda mati disekeliling kita selalu berdzikir kepada Allah dengan cara mereka masing-masing?. Ia memejamkan matanya yang memanas. Entah memanas karena demamnya yang tinggi atau air matanya yang mengalir. Ia mengingat bahwa ia meminta supaya Allah memasukkannya ke dalam golongan hamba-hambaNya yang selalu bersyukur. Mungkin inilah cara terindah Allah untuk mengabulkan do'anya. Melatihnya untuk tidak mengeluh dan terus bersyukur, sepahit apapun kondisinya.
Ia mencoba mengatur nafas. Kepalanya masih terasa sakit. Ia mencoba tarik ulur napas hingga kondisinya mulai bisa dikendalikan. Ia masih mencoba mengingat. Rasa-rasanya ramadan tahun ini tidak dilaluinya begitu baik. Begitu banyak tompel yang masih mengaga. Barangkali tatkala Idul Fitri ia belum paripurna menjadi suci. Dengan Maha RahmatNya, diberikan kesempatan kedua. Kesempatan untuk benar-benar menyucikan dirinya. Bukankah ketika sakit yang dijalani dengan sabar dan ikhtiar maka berbalas penggugur dosa?. Kesembuhan adalah keniscayaan, namun cara menjemputnya adalah jalan yang harus dipilih. Apakah mengeluh atau bersabar dan berikhtiar?. Bisa jadi, jika kita tahu betapa berharganya sebuah ampunan di akhirat nanti, kita akan begitu menikmati kesempatan-kesempatan yang Allah berikan untuk menggugurkan dosa-dosa. Kita akan mengiringinya penuh syukur dan rasa terimakasih. Mengharu biru karena cintaNya yang Maha Luas. Karena lelah dan sakit di dunia hanyalah sementara. Kehidupan abadi nan bahagia yang seharusnya diperjuangkan.
Allah punya banyak cara mencintai hambaNya. Meski pembuktian cinta seorang hamba sangat jauh dari kata sempurna. Ibadah kiranya lebih dominan menjadi ritual harian dari pada menghayati makna ayat demi ayat. Mungkin dalam mendo'a ada modus lain yang bukan karena-Nya. Tapi dengan cinta Nya yang jauh lebih luas dari murka Nya, setiap hamba selalu punya kesempatan.
Bisa jadi, apa yang kamu alami saat ini adalah cara Allah mengabulkan do'amu, dengan caraNya yang jauh lebih indah. Dengan pemberian untukmu melebihi dari apa yang kamu pinta.
Teruslah berdo'a, kemudian asah kepekaan. Barangkali bukan Allah yang belum mengabulkan do'a. Hanya kita saja yang tidak menyadari bagaimana cinta Allah bekerja.
18 notes · View notes
kontra-diksi · 10 months ago
Text
Slilit Sang Kiai
(kontra-diksi tidak pandai meresensi buku, meskipun begitu ia ingin berbagi ilmu dari salah satu karya Emha Ainun Nadjib)
semoga bermanfaat :)
oleh karena itu, Allah bukanlah the opressed yang perlu dibela. kalau kiai muhammad tidak sembahyang lohor, kita tidak berhak memarahi atau membencinya— dengan landasan bahwa kita membela hukum Allah.
padahal, Allah bukan sebuah kemewahan, bukan suatu elite, sebab kita bisa “memperoleh-Nya” bahkan tanpa kata, apalagi uang. Allah Mahaada dan Maha Memenuhi, di mana saja dan kapan saja.
Tauhid bukanlah “men-satu-kan” Tuhan, tauhid adalah menggerakkan diri, menggabung, kepada Allah Yang Esa.
puncak pencucian diri itu adalah Ramadhan. puncak ketakjuban itu adalah Allahu Akbar Hari Raya. maka, suara para imam itu bergetar.kita menjadi “demam panggung” di hadapan Allah Yang Maha kita kagumi. kita salah tingkah, sehingga untuk mengatasinya kita melonjak-lonjak, bermabuk gembira, dan mungkin berfoya-foya. karena itu Idul Fitri bersifat kultural. kita menyebutnya Hari Raya, bahasa arabnya Yaumul Haflah, hari pesta. tapi what’s wrong? itu adalah bagian dari fitrah manusia. bukankah sebandit-banditnya kita, ruhani kita tetap tergetar? tetap masyuk dalam keagungan Allahu Akbar? bahkan, “dualisme” itu pun menakjubkan. Allahu Akbar, wahai Allahu Akbar.
Tiap hari kita begitu sibuk dan “lari” dari-Nya. justru karena itu kita tergetar untuk ber-‘id, untuk pulang ke fitri. apalagi fitrah manusia itu ialah tidak ada. hanyalah Allah, si Akbar, yang ada.
islam tetap islam, tak pernah bergeser sedikit pun dari kebenarannya. silakan orang di seluruh muka bumi membenci, mencurigai, atau bahkan meninggalkan islam. pengaruhilah dunia sehingga tidak seorang pun memeluk islam. hasilnya, islam, ya tetap islam. islam tidak akan berubah seinci pun karena disalahpahami. islam tidak menjadi lebih tinggi karena dicintai, dan tidak menjadi lebih rendah karena dibenci.
uang merupakan ujian dan ‘amr baik sewaktu ada maupun tidak ada. ketika tidak ada, uang membayang-bayangi untuk dikejar. ketida ada, uang menguras cinta untuk mendekapnya.
“kita ini dibesarkan dalam kekalahan-kekalahan. dalam rasa ketidakmungkinan menang, subjektivitas kita tumbuh subur. kalau kita bercermin dan menjumpai wajah kekalahan di biliknya, kita ciptakan kemudian cermin yang mampu menyodorkan halusinasi kemenangan kita. kita mendirikan kekuasaan baru di mana kita adalah penguasanya...”
manusia itu hidup dari detik ke detik. artinya, mungkin ia berlalu dari kesadaran lokal ke kesadaran lokal berikutnya. hanya satu dua manusia yang “kesadaran kosmopolit”-nya bisa dibawa ke mana pergi.
orang tak selalu genius untuk selalu hidup dalam kesadaran seluruh ruang dan waktu, serta menemukan yang paling inti dari seluruh koordinatnya. dan begitu umat islam menunjukkan rasa berang terhadap hal itu, langsung gugurlah hasil penelitian tersebut. untunglah, Muhammad lahir ke dunia untuk tidak dikagumi. dia bukan terminal untuk pemberhentian. dia adalah jalan, dia adalah cahaya di jalan itu menuju Allah.
karena sok jantan, saya mengejek lelaki itu. “terlalu tua untuk masih bisa menangis,” kata saya kepada tetangga di sepur. “anda salah,” bantahnya. “apa hubungan menangis dengan tua atau muda?”
orang terlanjur membebaskan diri dari “neraka orang lain”. individu direbut sedemikian rupa sampai pada taraf setiap orang kaget -bahwa sesungguhnya banyak bagian dari dirinya yang justru bisa ditemukan pada orang-orang lain. 
rasakanlah, baru saja kita melewati kematian, warna-warna pucat dan segala yang tak terurus —kini baru kita berjumpa dengan cahaya, warna cerah, darah, kehidupan, dinamika... ia sesungguhnya mengemukakan, inilah perbedaan langsung antara negeri kapitalis dan negeri sosialis, antara kecukupan dan kekeringan, antara kemerdekaan dan keterpenjaraan.
8 notes · View notes
nefinefii-blog · a year ago
Text
Tumblr media
My love, Kyna...
Kyna Agista Laurinda..
12 Maret 2020
Hadiah terindah dari Tuhan setelah penantian panjang kami..
23 Jan 2018
3 tahun sudah usia pernikahan kami, segala pertanyaan tentang buah hati sudah khatam kami dengar. Tidak hanya setiap lebaran, tapi rasanya setiap bertemu teman ataupun kerabat.
Jujur pertanyaan seperti ini di dua tahun pertama pernikahan kami rasanya masih biasa saja dan kami anggap lumrah. Tanpa ada rasa tersinggung atau kesal. Toh masih bisa dijawab dengan baik, kamipun tidak menunda. Kami yakin “dia” akan datang di waktu yang tepat.
Setelah tahun kedua pernikahan kami, pertanyaan seputar anak mulai mendekat ke inner circle kami. Orang tua mulai resah menanyai kami ini dan itu, bahkan memberi resep-resep bercinta yang tadinya mungkin mereka anggap tabu dibicarakan dengan anaknya. Yaaah ga salah juga sih, apalagi untuk orangtuaku yang ditunggu adalah cucu pertama mereka.
Pertanyan tentang anak ini pada akhirnya berkembang menjadi hal yang cukup mengganggu. Kami jadi sedikit sensitif dengan topik ini. Dari mulai malas menjawab hingga menjadi beban pikiran yang mengendap. Bahkan kadangkala obrolan tentang topik ini bisa jadi masalah yang besar. Saling tersinggung satu sama lain merasa dianggap kurang berusaha, padahal hubungan kami baik lahir dan bathin.
Tahun ketiga pernikahan Kami, akhirnya pembahasan tentang anak mulai serius kita perbincangkan. Kami mulai khawatir ada yang salah dengan diri kami. Akhirnya kami mulai membuka diri, mencari informasi melalui sosial media dan pengalaman teman-teman yang seringkali mereka share di sosial media. Saat itu Kami memang tidak bertanya secara personal ke seseorang. Kami memang agak sedikit tertutup mengenai hal ini. Bukan karena malu, tapi kami takut jika prosesnya berbeda dan kami sudah menaruh harapan terlalu tinggi.
Setelah mencari info akhirnya kami menemukan seorang dokter ahli fertilitas di bogor, beliau punya rumah sakit sendiri. Kami mendapatkan info dari blog seseorang yang melakukan program kehamilan disana. Lumayan detail dia menjelaskan proses-prosesnya. Kebetulan beberapa waktu sebelum kami berniat program seorang kenalan kami juga menceritakan pengalaman program kehamilannya di rumah sakit ini. Usaha kami pun dimulai disini.
Program hamil yang kami jalankan berlangsung selama kurang lebih 3 - 4 bulan. Kami diberikan obat sembari dilakukan pengecekan kesuburan. Setelah 4 bulan berlalu pemeriksaan kondisi kesuburan kami aman tapi usaha kami belum juga membuahkan hasil. Kamipun berhenti program sambil memasrahkan diri. Kami rasa hanya Yang Maha Kuasalah yang bisa membantu kami.
Bulan pun berganti bulan. Kami mulai tidak peduli lagi dengan pertanyaan orang-orang. Yang penting kami tau bahwa kami sudah berusaha. Jadi kami putuskan untuk menikmati saja kebersamaan kmi berdua.
Ternyata pasrahnya kami justru memberi hadiah terindah bagi kami. Saat kami disibukkan dengan hal-hal lain, dan tidak ambil pusing, mungkin kami jadi tidak tertekan dan lebih relax.
Setelah idul fitri berlalu dan kami sedang sibuk-sibuknya mondar mandir ke Lampung karena orangtuaku akan berangkat haji, saat itulah kami baru sadar seminggu sudah tanggal periodku harusnya datang. Malam itu niatnya aku akan testpack. Tapi setelah sudah berkali-kali dikecewakan karena bulan2 sebelumnya juga period ku mundur maka aku urungkan melakukan testpack. Setelah beberapa waktu akhirnya aku beranikan diri mengeceknya dipagi hari karena katanya paling baik dilakukan pengecekan dipagi hari. Padahal sama aja sih. Testpack kan akurasinya di klaim 99%. Masa iya pagi dan malam beda hasil. Hehe
Pagi itu adalah pagi yang ga akan pernah aku lupa. Pertama kalinya dua garis merah muncul di testpack. Perasaan yang pertama kali muncul, bingung. Aku ga tau harus gimana. Aku keluar kamar mandi, memberikan testpack ke Fahmi. Dia memelukku dan aku malah nangis tersedu-sedu. Rasanya seperti percaya gak percaya. Exited tapi ada rasa takut. Bahagia dan haru sih paling memenuhi hati. Akhirnya penantian yang ditunggu-tunggu.
Siapa sangka si garis merah di testpack ini di kemudian hari jadi cinta matinya aku dan fahmi. Jadi dunia barunya kita. Jadi hal yang membahagiakan meskipun rutinitas lama si tukang nongkrong ini jadi berubah 180 derajat jadi murni anak rumahan yang juaraaaang banget kemana-mana. Jadi yang suka dijailin, diciumin, dipelukin setiap waktu. Ada aja tingkahnya bikin gemas sampe yang tadinya sebel karena dia rewel jadi ketawa lagi. Kalo diomelin namanya bayi ya belum paham malah senyum. Siapa yang bisa lanjut ngomel coba kan. Hahaha.
Kyna, terimakasih ya sudah hadir di hidup kami. Bahagia banget bisa punya kamu ditengah-tengah kami. Kalo papamu ditanya lebih sayang kyna apa mama jawabannya tuh tegas dan tanpa ragu loh Kyn. “Kyna laaah”. Iya sih mama juga gitu. Haha.
Bertumbuhlah dengan baik ya Kyn. Kita sama-sama belajar yaa. Mama papa belajar jadi orang tua, Kyna ya semau Kyna mau jadi apa. Pokoknya yang Kyna perlu tau, Mama Papa disini nih selalu ada buat Kyna. We love you Nak, always!
5 notes · View notes